Kenang Tsunami, Nelayan Abdya Tidak Melaut

15
Sejumlah kapal nelayan terlihat berlabuh di kawasan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Abdya, Rabu (26/12).

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM – Memperingati 14 tahun tragedi Tsunami, nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memilih untuk tidak melaut. Moment libur tersebut merupakan hari pantangan bagi seluruh nelayan Aceh yang diperingati setiap tahun.

Bujang nelayan di Kecamatan Susoh, Rabu (26/12) mengatakan, libur dalam rangka memperingati musibah Tsunami ini merupakan kesepakatan seluruh nelayan di Aceh untuk tidak melaut, namun dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa.

“Artinya seluruh nelayan tidak dibenarkan melakukan aktivitas tangkap ikan di laut,” paparnya.

Menurutnya, dalam musibah Tsunami, korban yang paling banyak berasal dari kalangan nelayan dan masyarakat pesisir. Sehingga kesempatan peringatan Tsunami yang diperingati disetiap tahunnya dijadikan sebagai kesempatan untuk mendoakan keluarga, rekan dan sahabat yang menjadi korban.

“Kita yang masih hidup harus mendoakan mereka yang menjadi korban, serta berdoa untuk keselamatan para nelayan selama mencari nafkah di laut lepas,” ujarnya.

Selain dari berdoa, para nelayan setempat memanfaatkan waktu libur selama libur dimaksud untuk memperbaiki kapal mereka. Mulai dari memperbaiki jaring, mesin, badan kapal hingga perlengkapan lainnya.

“Selain berdoa, para nelayan juga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbaiki dan menyiapkan keperluan lain yang nantinya akan dibutuhkan selama kegiatan melaut,” tandasnya.

Amatan wartawan, ratusan unit kapal nelayan Abdya terlihat berlabuh di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga Kecamatan Susoh. Diperkiarakan aktivitas nelayan akan kembali normal pada Sabtu (29/12) mendatang.(Putra)