YARA Apresiasi Keberhasilan Kejari Abdya Ungkapkan Kasus

40
Direktur YARA, Safaruddin

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM – Yayasan Advokat Rakyat Aceh (YARA), mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) yang bergerak cepat dalam pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan E-Learning (Tik) pada Dinas Pendidikan kabupaten setempat.

Hal tersebut disampaikan Direktur YARA, Safaruddin kepada wartawan Jumat (23/11) melalui siaran persnya kepada wartawan.

Dikatakan, dengan terungkapnya kasus ini ditambah lagi adanya hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh yang telah berhasil menemukan kerugian negara terhadap kasus ini, tentu semua masyarakat bisa mengetahui siapa saja aktor dibalik kasus korupsi tersebut.

“Apreasiasi kami sampaikan kepada Kejari Abdya yang telah berhasil mengungkapkan kasus ini,” ucapnya.

Sangat penting kasus ini untuk diungkapkan sedetail-detailnya. Sebab tidak sedikit anggaran yang digelontorkan dalam proyek ini, yakni mencapai Rp.1,22 miliar lebih dengan sumber anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2015.

Pelaku yang bermain dalam proyek ini jelas-jelas telah merugikan negara khususnya dunia pendidikan, sebab proyek ini berkaitan dengan kebutuhan siswa dalam menunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya dalam bidang penguasaan IT.

“Intinya pelakunya harus diumumkan semua, siapa-siapa saja yang terlibat,” pintanya.

Dalam pengungkapan dan penetapan tersangka, YARA percaya penuh terhadap kinerja pihak Kejari Abdya dalam kasus tersebut. Artinya, YARA sebagai lembaga yang berpartisipasi dalam penegakan hukum, mendorong dan mempercayai Kejari Abdya dalam pengungkapan kasus ini.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh berhasil menemukan kerugian negara terhadap dugaan tindak pidana korupsi pengadaan E-Learning (Tik) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Abdya. Kerugian negara tersebut dibuktikan dengan hasil audit yang diserahkan pihak BPKP ke Kejaksaan Negeri Abdya.

Proyek yang bernilai Rp.1,22 miliar lebih itu, merupakan kegiatan peningkatan sarana Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam Kabupaten Abdya pada tahun 2015 lalu di Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Angka kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp.300 juta lebih.

“Dalam waktu dekat akan kami umumkan melalui jumpa pers. Yang pasti hasil auditnya telah ada, begitu dengan tersangkanya,” sebut Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH.

Hingga saat ini, penyidik kejaksaan terus melakukan singkronisasi hasil audit BPKP dengan keterangan dari beberapa saksi yang sudah dipanggil sebanyak 16 orang. Di dalamnya ada pihak instansi terkait, kepala sekolah juga pihak rekanan.

“Apa yang mereka lakukan merupakan perbuatan melawan hukum, jadi harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” sebutnya.(Putra)