Panwaslih Diminta Tindak Tegas Oknum Pengrusak APK

20
APK milik salah satu caleg Partai Aceh (PA) dikawasan Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Abdya terlihat robek terkena sayatan benda tajam, Jumat (23/11).

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM – Aksi pengrusakan alat peraga kampanye (APK) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resahkan para Calon Anggota Legislatif (Caleg). Terkait kondisi tersebut, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) kabupaten setempat diminta untuk bergerak cepat dan mengambil tindakan tegas terhadap prilaku tidak baik tersebut.

Masrizal salah satu caleg daerah pemilihan (Dapil) I wilayah Blangpidie, Susoh dan Jeumpa Partai Aceh kepada wartawan Jumat (23/11) mengaku kecewa dengan sikap oknum yang tidak bertanggung itu, karena dengan sengaja telah merusak APK miliknya yang terpasang di kawasan Desa Gadang, Kecamatan Susoh.

Menurutnya, APK tersebut memang sengaja dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal lokasi pemasangan APK tersebut terletak di titik yang mudah terjangkau dan tidak mengganggu ketertiban umum serta tidak menyalahi aturan.

“Panwaslih harus mengambil tindakan tegas terkait pengrusakan APK ini. Kondisi ini tentu sangat merugikan para caleg serta dapat memicu kegaduhan di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Berat dugaan bahwa APK tersebut dirusak dengan sengaja oleh oknum yang tidak jelas maksud dan tujuannya saat tengah malam. Apalagi pada bagian foto caleg di rusak menggunakan benda tajam. Dugaan tersebut disampaikannya karena APK miliknya juga terpasang tidak jauh dari APK-APK caleg partai lain serta tidak rusak sedikitpun.

Ketua Panwaslih Abdya, Ilman Saputra secara terpisah mengaku telah menerima laporan terkait perusakan APK milik caleg dari Partai Aceh itu. Laporan perusakam APK itu dijadikan informasi awal, untuk dilakukan investigasi. Pihaknya menduga kalau APK itu memang sengaja dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti modus dibalik pengrusakan APK dimaksud. Sejauh ini, Panwaslih Abdya tetap profesional dalam menindak setiap laporan yang masuk.

Disebutkan, kasus perusakan APK itu tidak hanya terjadi pada APK milik caleg dari Partai Aceh saja. Namun ada beberapa APK milik caleg DPR RI di Abdya yang mengalami kondisi serupa. Bagi oknum perusak APK, dapat dijerat pasal 280 Undang-undang 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda maksimal Rp24 juta.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian termasuk pihak desa lokasi penempatan APK, agar tidak ada yang dirusak lagi. Himbauan merusak APK adalah perbuatan tidak terpuji dan dikenakan pidana juga akan kami pasang. Panwaslih tetap profesional, semua laporan perusakan akan diinvestigasi ke lapangan sehingga tidak ada yang dirugikan,” tuturnya. (Putra)