Kenaikan Harga BBM Hanya Untuk Pertamax

22
Kenaikan Harga BBM Hanya Untuk Pertamax

DILIPUTNEWS.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku kaget dengan kenaikan harga Premium yang sempat diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Sebab, menurut kesepakatan terakhir dalam rapat internal pemerintah, penyesuaian harga hanya untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang dijual PT Pertamina (Persero).

“Kok kemudian ada (kenaikan) yang untuk Premium? Padahal, dengan penyesuaian ini (Pertamax) sudah sangat membantu keuangan Pertamina,” ujarnya usai menghadiri penandatanganan kerja sama investasi dan pembiayaan BUMN di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Sore kemarin, Rini mengakui belum berkomunikasi dengan Jonan. Pasalnya, selama beberapa hari terakhir ia berada di Sulawesi Tengah untuk memantau kondisi penanganan korban gempa di Palu dan Sigi, sehingga komunikasinya terganggu.

“Kalau Palu kan sudah lancar komunikasinya atau listriknya, tetapi waktu di Sigi, komunikasinya memang hilang sama sekali. Lalu, langsung berangkat ke sini (Bali). Jadi belum bisa komunikasi,” katanya.

Kenaikan harga Pertamax tak bisa dihindari akibat melesatnya harga minyak mentah dunia. Terlebih, kompetitor Pertamina telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga. “Dari awal memang kami hanya menekankan Pertamax, “tegas Rini.

Sementara, untuk harga Premium, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, diputuskan tidak naik untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, terutama dari golongan menengah ke bawah.

Rini menyadari Pertamina harus menjaga kesehatan keuangannya mengingat perusahaan minyak pelat merah itu tengah menggarap sejumlah proyek, baik di hulu maupun di hilir. 

Namun, imbas keputusan untuk menahan harga Premium diyakini Rini tidak akan terlalu besar pada keuangan Pertamina. Artinya, lanjut Rini, perusahaan tetap akan mencetak untung dengan baik.

“Saya selalu mengkaji kesehatan (keuangan) Pertamina karena, biar bagaimana, banyak sekali proyek-proyek yang harus dikerjakan,” jelasnya.

Kemarin, Jonan menyatakan pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada Pertamina untuk mengerek harga Premium sebesar Rp450 per liter.

Jonan mengungkapkan kenaikan harga Premium bisa dilakukan paling cepat pukul 18.00 hari ini. Namun, pemberlakuannya bergantung kesiapan Pertamina untuk berkoordinasi dengan sekitar 2.500 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual Premium di bawahnya.

Untuk di wilayah Jawa-Madura-Bali, harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis penugasan ini naik dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp6.450 menjadi Rp6. 900 per liter.

Info Iklan