Limbah Bermasalah, Polisi Akan Panggil Tiga Direktur Rumah Sakit

310
Pihak kepolisian Polres Aceh Barat melakukan penyegelan tempat pembuangan limbah tiga rumah sakit di Aceh Barat.

MEULABOH, DILIPUTNEWS.COM – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat akan memanggil terhadap tiga direktur rumah sakit yang beroperasi di Meulaboh, terkait dengan penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik rumah sakit tersebut.

Ketiga Direktur yang akan dipanggil polisi, yakni Direktur RSU-CND Meulaboh,  Dr. Furqansyah, direktur rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Dr Teuku Rahmat Iriansyah dan pemilik Rumah Sakit Swasta Montela, Syarifah Meri Mirna.

Kapolres Aceh Barat, AKBP H.R Bobby Aria Prakasa melalui KBO Reskrim, Ipda P Panggabean, Senin (08/10/2018) mengatakan  pemanggilan ketiga Direktur rumah sakit untuk dimintai keterangan terkait keberadaan penempatan limbah yang dinilai tidak sesuai standar tersebut.

“Pemanggilan ketiga Direktur rumah sakit tersebut, kita jadwalkan pada hari Rabu-Kamis ini.  Ketiganya kita panggil untuk kita mintai keterangan setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari USU dan saksi lainnya,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan terkait pengolaan limbah B3 yang berada di tiga dirumah sakit tersebut, kata Ipda P Panggabean, bangunan tempat penyimpanan sementaranya, tidak sesuai standar yang berlaku. Sehingga, area penempatan limbah medisnya dilakukan penyegelan oleh pihak kepolisian sejak bulan Agustus 2018 lalu.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan,  mereka melanggar pasal 59 jounto 102 dan/atau pasal 59 jounto pasal 103 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara atau denda sebesar paling banyak 3 miliar,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Pihak kepolisian Polres Aceh Barat melakukan penyegelan tempat pembuangan limbah  tiga rumah sakit di Aceh Barat.

Dilakukan penyegelan tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat terkait keberadaan limbah pada rumah sakit yang diduga tidak layak, kemudian lokasinya berada tidak jauh dari lingkungan penduduk.(red)