Hasil Lomba Foto Wisata Aceh Barat Menuai Protes

1301
Objek Wisata, Foto Chairul Mudasir Juara Pertama Foto Wisata yang di selenggarakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Aceh Barat.

MEULABOH,DILIPUTNEWS.COM-Pelaksanaan Lomba Foto Wisata Kabupaten Aceh Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olah Raga (Disparbudpora) setempat menuai sejumlah protes dari netizen.

Pasalnya foto pemenang hasil keputusan dewan juri lomba tersebut, tidak mengikuti syarat perlombaan foto yang telah di buat panitia.

Protes tersebut disampaikan langsung oleh para netizen, di akun instagram milik panitia Lomba Foto Aceh Barat 2018. Protes para netizen ini terutama yang menjadi peserta kontes.

Adapun keganjilan yang diungkap oleh netizen dalam pemilihan foto terbaik seperti tidak mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia namun malah menjadi pemenang.

Seperti yang disampaikan oleh akun instagram milik @dekwan08_Loh bukannya nomor 1 itu menyalahi aturan yang sangat fatal kenapa masih dilanjutkan. Tolong ni buat para guru di kros cek dulu hal ini.

Selain akun dekwan08 protes juga disampaikan oleh akun @riski_tri_urrahman kesalahan fatal panitia yang merugikan peserta ADA PERMAINAN APAKAH DALAM PERLOMBAAN INI?

Yang paling menariknya dalam lomba tersebut, protes terhadap dewan juri yang dilontarkan oleh akun instagram milik @rafar_ar yang menyebutkan panitia sama juri seharusnya bisa membaca dan memahami apa yang mereka buat itu perlu dan cerdas! jangan asal-asal lomba aja dan asal-asal ngejuri.

Sementara itu Fotografer Profesional, Chaideer Mahyuddin kepada DiliputNews.com mengatakan kesalahan fatal dalam event tersebut adalah panitia saat menentukan dewan juri.

Menurutnya dewan juri yang dipilih dalam kegiatan tersebut jangankan menilai foto karya orang lain, untuk menilai karya foto sendiri saja belum tentu faham.

“Seharusnya dewan juri itu bisa memilih foto orang lain, ini memilih foto sendiri saja tidak bisa. Dewan juri itu harus dilihat jam terbangnya. Bukan hanya satu genre saja seperti hanya tingkat foto kawinan tapi banyak hal,” ungkap Chaideer Mahyuddin.

Menurut Fotografer Agence France-Presse (AFP) tersebut dalam melakukan penilaian terhadap foto itu tidak sembarangan, dan ada nilai jual difoto tersebut. Misalnya, kata dia, Wisata Aceh Barat, ketika orang melihat foto tersebut ada daya tariknya.

“Seharusnya foto hasil keputusan dewan juri itu bisa merangsang minat orang melihatnya baik secara lokal maupun mancanegara, apalagi wisata ini sangat penting bagi daerah,” katanya.

Dari hasil penulusuran DiliputNews.com pada akun Instagram Lomba Foto Wisata Aceh Barat 2018, salah satu syarat yang dianggap fatal terhadap pemenang lomba foto tersebut seperti, penentuan waktu batas upload foto yang ditentukan panitia, namun pemenang lomba mengupload foto dua hari setelah perlombaan ditutup.(red)