Diduga tak Ada Reklamasi, Bekas Tambang Batu Bara di Nagan jadi Kolam ‘Maut’

76
Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi meninjau kolam bekas galian tambang batu bara milik PT Bara Energi Lestari di kawasan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, yang diduga tak dilakukan reklamasi usai dikeruk sejak beberapa tahun silam. Foto direkam Rabu (18/7/2018) siang.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Rabu (18/7/2018) siang menemukan bekas galian tambang batu bara yang kini tidak ditutup, serta dibiarkan menganga tanpa adanya upaya reklamasi.

Temuan kolam raksasa dengan air berwarna hijau membiru tersebut, ditemukan di kawasan Gampong Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, setelah sebelumnya dilaporkan oleh warga yang mengaku resah dengan kondisi tersebut.

Informasi yang diterima, kolam bekas galian tambang batu bara tersebut berada di areal tambang milik PT Bara Energi Lestasri (PT BEL), dengan areal tambang seluas 10 hektare.

Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan kepada Diliputnews.com, Rabu siang usai melakukan peninjauan mengatakan dirinya mengaku prihatin dengan banyaknya kolam bekas batu bara, yang kini diduga tak dilakukan reklamasi.

Menurutnya, keberadaan areal bekas tambang tersebut selama ini sangat dikeluhkan warga.

Pasalnya, selain berbahaya bagi keselamatan warga, selama ini telah banyak ternak warga seperti kerbau, sapi, kambing serta ternak lainnya yang mati akibat tercebur ke dalam bekas galian batu bara yang kini belum ditimbun usai digali sejak tahun 2012 lalu.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Aceh khususnya Dinas Pertambangan untuk segera menuntaskan persoalan ini sebelum jatuhnya korban jiwa di masyarakat, akibat jatuh ke dalam kolam bekas galian batu bara yang ada di kawasan ini.

“Dana reklamasi kan ada, pakai saja dana tersebut. Pokoknya kolam-kolam bekas galian batu bara ini harus segera ditutup. Tak boleh dibiarkan terbuka seperti itu, sangat berbahaya,” tegas Samsuardi. (*)