Tak Bawa Ternak ke Expo di Aceh Tenggara, Kadisnak Nagan: Kita tak Punya Anggaran

76
Foto ilustrasi: Kontingen Kabupaten Aceh Barat, bidang peternakan berhasil meraih prestasi dalam lomba expo ternak yang digelar pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-15 di Banda Aceh. (Istimewa)/Foto: aceh.antaranews.com

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Teuku Kamaruddin SP MSi menegaskan alasan pihaknya tidak ikut membawa ternak dalam Expo Ternak Se-Provinsi Aceh Tahun 2018 yang digelar di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, disebabkan intansi ini tidak memiliki alokasi anggaran guna mengikuti kegiatan dimaksud.

“Dulu pernah diusulkan tahun 2017 lalu dalam pembahasan RAPBK 2018, tapi anggaran tersebut malah tidak ada dalam APBK tahun ini,” kata Teuku Kamaruddin menjawab Diliputnews.com, Senin (26/8/2018) siang usai menghadiri rapat di BPP Kuala Pesisir.

Ia membenarkan, dalam ajang kali ini, Nagan Raya terpaksa tidak bisa membawa ternak ke Aceh Tenggara karena pihaknya tidak memiliki anggaran sedikit pun, guna mengikuti kegiatan tersebut.

Pasalnya, anggaran yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan ini paling sedikit dibutuhkan biaya sebesar Rp 100 juta.

Dana ini, kata dia, diperuntukkan untuk sejumlah kebutuhan termasuk mengangkut ternak dari Nagan Raya ke luar kabupaten, termasuk membeli pakan serta berbagai kebutuhan lainnya.

Ia juga menjelaskan tidak hadir dalam acara expo yang digelar di Aceh Tenggara kemarin, dan hanya mengutus beberapa pejabat seperti sekretaris, kabid serta staf lainnya.

Tujuannya, yakni guna melihat dan memantau kegiatan expo, sehingga nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk Nagan Raya ketika nantinya menggelar atau mengikuti kegiatan serupa di tahun mendatang.

Kamaruddin juga memastikan, pihaknya akan mengusulkan dana ini dalam RAPBK 2018, sehingga dipastikan pada tahun 2019 mendatang, Nagan Raya akan mampu berkompetisi dalam kegiatan dimaksud.

“Kalau ternak untuk ikut expo, Nagan Raya punya. Tapi tahun ini memang tidak ada anggaran, makanya belum bisa berpartisipasi,” tutup Teuku Kamaruddin. (*)