Tak Tahan Hirup dan ‘Makan’ Debu Batu Bara, Warga Datangi DPRK Nagan Raya

163
Sejumlah perwakilan warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Senin (16/7/2018) siang mendatangi Gedung DPRK setempat berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Sejumlah perwakilan warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Senin (16/7/2018) siang mendatangi Gedung DPRK setempat berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

Kedatangan warga tersebut guna mengadukan persoalan debu batu bara yang selama ini terhirup oleh warga, akibat beroperasinya sejumlah perusahaan tambang batu bara di wilayah ini seperi PT Mifa Bersaudara, PT Bara Energi Lestari, termasuk kehadiran PLTU milik PLN di tengah-tengah pemukiman warga.

Edi Azhari, selaku perwakilan warga kepada Diliputnews.com, Senin siang mengatakan mereka terpaksa mengadukan persoalan ini kepada DPRK Nagan Raya, dikarenakan upaya yang dilakukan warga untuk mencari solusi atas debu yang selama ini mereka hirup, tidak pernah mendapatkan solusi dari pihak perusahaan.

Padahal, setiap hari mereka terpaksa mengirup debu yang ditimbulkan dari penimbunan dan penyimpanan material batu bara dalam jumlah besar.

“Bayangkan saja pak, setiap hari kami harus hirup debu batu bara. Bahkan saat kami makan nasi, debu tersebut malah menempel di nasi dan air yang kami minum,” tegas Edi.

Meski harus hidup dalam kondisi tersebut, Edi berharap hal ini dapat segera diatasi oleh Pemkab Nagan Raya dan pihak terkait.

Pihaknya berharap pihak perusahaan dapat melakukan ganti rugi dan pemeliharaan kesehatan warga, terhadap dampak dari kehadiran industri di kawasan ini.

“Kalau tidak ada solusi, maka harus ada pilihan. Perusahaan yang hengkang atau kami yang dipindahkan ke lokasi yang baru, dengan kompensasi bayar ganti rugi,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pertemuan dengan DPRK dan perwakilan Pemkab Nagan Raya masih terus berlangsung. (*)