Terbukti Bakar Lahan 70 Hektare di Nagan Raya, Jaksa Eksekusi Pekerja PT SPS

oleh
Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Senin (25/6/2018) siang melakukan eksekusi hukuman pidana badan terhadap Anas Muda Siregar, selaku penanggungjawab lapangan PT Surya Panen Subur ke Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh, Aceh Barat. Foto/Diliputnews.com.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Senin (25/6/2018) siang melakukan eksekusi hukuman pidana badan terhadap Anas Muda Siregar, selaku penanggungjawab lapangan PT Surya Panen Subur ke Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh, Aceh Barat.

Informasi yang diperoleh Diliputnews.com di Kejari Nagan Raya menyebutkan, pria ini harus dibawa ke lembaga pemasyarakatan setelah adanya putusan hukum tetap (incrach) terkait kasus pembakaran lahan saat membuka lahan baru di Kecamatan Darul Makmur yang terjadi pada tahun 2012 lalu.

Dalam perkara ini, PT Surya Panen Subur Nagan Raya terbukti melakukan pembukaan lahan baru dengan cara dibakar dengan luas lahan yang terbakar mencapai 70 hektare lebih.

Sebelum menjalani eksekusi, Anas Muda datang ke kantor jaksa ditemani dua orang penasihat hukumnya.

Ia juga diperiksa kondisi kesehatannya di RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, sebelum akhirnya dibawa ke Lapas Kelas II B Meulaboh.

Terdakwa terbukti dan bertanggungjawab terkait membuka lahan dengan cara membakar yang dilakukan secara berlanjut, dan ia telah dijatuhi hukuman pidana selama dua tahun penjara.

Dalam eksekusi pada Senin siang, jaksa hanya bisa mengeksekusi Anas seorang diri.

Sedangkan dua rekannya masing-masing Edi Sucahyo dan Marjan Nasution belum bisa dilakukan eksekusi lantaran masih dalam pengawasan dokter, serta ada jadwal medical check up lantaran kondisi kesehatan keduanya belum memungkinkan untuk dieksekusi.

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Sri Kuncoro didampingi Kasi Intel Dedi Maryadi dalam keterangannya kepada awak media di Suka Makmue, menjelaskan eksekusi yang dilakukan tersebut guna melaksanakan putusan hukum yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Dalam perkara ini, pihaknya harus mengeksekusi satu orang terdakwa bernama Anas Muda ke Lapas Meulaboh.

Sedangkan dua rekan Anas baru akan dieksekusi setelah adanya keterangan dokter terkait kondisi kesehatan dua terdakwa lainnya, ungkap Sri Kuncoro. (*)