Peroleh Dana DAK Rp 1,3 Miliar, Aceh Barat Pugar Tiga Lokasi Wisata

oleh
Ilustrasi tempat wisata. Foto/internet/tempatwisataunik.com/air terjun suhom.

DILIPUTNEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam tahun 2018 ini mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 1,3 miliar yang dialokasikan untuk melakukan pemugaran sejumlah kawasan objek wisata yang tersebar di sejumlah lokasi di kabupaten ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Barat, Teuku Nofrizal di Meulaboh, Minggu (24/6/2018) mengatakan anggaran yang disiapkan tahun ini tersebut meliputi tiga objek wisata, yakni Danau Geunang Geudong, Lhok Bubon dan Quran Wangi di Kecamatan Panton Reu.

“Pemugaran semua lokasi wisata ini untuk menjadikan Aceh Barat sebagai salah satu destinasi wisata halal di Aceh,” jelasnya.

Ia merincikan, pemmugaran yang pertama dilakukan yakni untuk pembangunan jalan setapak di lokasi objek wisata buatan di Danau Geunang Geudong, Kecamatan Kaway XVI, lokasi tersebut selama ini kurang terawat karena akses jalan serta kondisi areal wisata di kawasan danau yang rusak.

Kemudian untuk pemugaran taman wisata Pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga di kawasan setempat merupakan salah satu objek wisata favorit masyarakat Aceh berkunjung pada momen tertentu, bahkan hampir setiap hari juga didatangi pelancong.

Dana tersebut juga diprioritaskan untuk pembangunan mushala di lokasi objek wisata religi Quran Wangi, di Kecamatan Panton Reu.

Lokasi tersebut selama banyak dikunjungi wisatawan lokal dan nasional, namun selama ini belum ada sarana pendukung.

“Pada tahun ini kita fokus pada tiga lokasi ini dulu, nanti setelahnya barulah kita benahi objek wisata lainnya yang sudah menonjol. Khusus di Geunang Geudong, persoalan selama ini juga ada tanaman eceng gondok, itu dibersihkan dinas terkait,” imbuhnya.

Teuku Nofrizal menambahkan, Aceh Barat memiliki puluhan objek wisata diantaranya seperti wisata bahari, wisata religi maupun objek wisata buatan. Namun objek wisata tersebut selama ini kurang tertata sebagaimana objek – objek wisata di kota besar di luar Aceh.

Alasan pertama karena yang paling banyak objek wisata berada di dekat pesisir, sebab Aceh Barat kaya akan objek wisata bahari yang terletak di pinggir pantai dan sudah banyak yang rusak karena tsunami dan kondisi geografis alam atau bencana dari laut, ungkapnya.(ant)

Penulis: anwar
Sumber: antaranewsaceh