Dua DPO Kasus Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat Menyerahkan Diri, Ini Kata Kapolres Bobby

oleh
Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK didampingi Kabag Ops Kompol Aditya, memperlihatkan dua orang DPO yang sudah menyerahkan diri terkait kasus tambang ilegal yang berhasil diungkap polisi pada awal Februari 2018 lalu, dalam konferensi pers di mapolres, Kamis (21/6/2018) pagi.

DILIPUTNEWS.COM, MEULABOH-Petugas kepolisian di Aceh Barat hingga Kamis (21/6/2018) siang masih mengamankan dua orang warga di Kecamatan Pante Ceureumen, terkait kasus tambang emas ilegal yang berhasil diungkap polisi pada awal Februari 2018 lalu.

Kedua pelaku yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) diantaranya berinisial DW (44) warga Gampong Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Ia menyerahkan diri pada Kamis (14/6/2018) lalu atau sehari sebelum lebaran ke Mapolres Aceh Barat pukul 11.00 WIB.

Pelaku kedua yakni TH (34) warga Gampong Canggai, Pante Ceureumen, Aceh Barat dan menyerahkan diri pada hari Minggu (17/6/2018) lalu atau dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri pukul 14.00 WIB.

Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK didampingi Kabag Ops Kompol Aditya dan KBO Reskrim Ipda P Panggabean, kepada sejumlah wartawan dalam keterangannya di mapolres pada Kamis pagi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan kepada Polri sehingga kedua pelaku menyerahkan diri.

“Keberhasilan ini merupakan prestasi kepada pihak kepolisian di Aceh Barat, karena kepercayaan masyarakat, sehingga kedua pelaku DPO menyerahkan diri kepada polisi karena menyadari akan kesalahannya,” kata kapolres.

Ia menjelaskan, dengan menyerahkan diri dua pelaku tersebut, maka pengungkapan kasus dugaan tambang emas ilegal yang sudah berhasil diungkap polisi pada awal Februari 2018 lalu di kawasan hutan lindung Gunung Amak dan Sungai Awee, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat dipastikan akan terus berjalan.

Polisi juga sudah mengamankan dua unit alat berat dengan merek Hitachi05 G serta sebuah alat berat lainnya bermerek Kobelco Hydrowlid tipe YN 12-T8069, SK-200-8 warna hijau.

“Kedua alat berat ini sudah disita pada tanggal 2 Mei 2018 dan telah mendapatkan persetujuan sita dari Pengadilan Negeri Meulaboh, pada tanggal 4 Mei 2018,” lalu, ungkap Kapolres Aceh Barat H Raden Bobby Aria Prakasa SIK. (*)