Zakat Fitrah, Momentum Menyucikan Diri Jelang Hari Raya Idul Fitri

94
Warga membayar zakat fitrah di Masjid Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (14/6/2018) malam menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

DILIPUTNEWS.COM, MEULABOH-Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang idul fitri.

Berdasarkan keterangan yang dikutip pada situs globalzakat.id, pada prinsipnya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum sholat idul fitri dilangsungkan.

Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain.

Oleh karena itu, tidak ada suatu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman untuk tidak menunaikan zakat fitrah karena telah diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, orang yang merdeka atau budak, anak kecil atau orang dewasa. Ini perkara yang telah disepakati oleh para ulama.

Zakat fitrah hukumnya wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang mampu.

Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari.

Ketentuan ini didasarkan pada hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah telah mewajibkan membayar membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.

Begitu juga halnya dengan masyarakat muslim di Aceh Barat, ketentuan ini tetap dilaksanakan dengan cara membayarkan zakat sesuai dengan kemampuan masing-masing sesuai dengan hak yang harus dibayarkan setiap tahunnya di bulan suci Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bagaimana dengan anda, apakah sudah membakar zakat fitrah?(*)