Janji 2017 Tuntas, Ternyata Masjid Agung Nagan Raya Bisa Dipakai Akhir Tahun 2019?

57
Bupati Nagan Raya terpilih, HM Jamin Idham menyalami Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf didampingi Bupati Nagan Raya periode sebelumnya, Drs HT Zulkarnaini saat meninjau Masjid Agung Baitul A'la di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, akhir Agustus 2017 lalu.Foto/istimewa.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Operasional Masjid Agung Baitul A’la alias Masjid Giok yang selama ini digadang-gadangkan akan menjadi salah satu ikon kota di Nagan Raya, dipastikan tak akan bisa dipakai oleh masyarakat dalam tahun 2018 ini termasuk untuk menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan.

Padahal sebelumnya, saat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang datang ke Nagan Raya, saat meresmikan Kompleks Perkantoran Suka Makmue pada akhir Agustus 2017 lalu.

Pemkab Nagan Raya yang kala itu masih dijabat oleh Bupati Teuku Zulkarnaini, menegaskan bahwa masjid termegah ini akan bisa digunakan dalam tahun 2017, karena sudah dimulai pemasangan batu giok di bagian lantai masjid.

Namun hingga pertengahan tahun 2018, masjid yang terkenal ke seluruh penjuru Aceh, bahkan di Indonesia tidak terlihat tanda-tanda akan bisa digunakan untuk kegiatan beribadah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Nagan Raya, Irwansyah yang ditanyai wartawan, Senin (11/6/2018) mengatakan ada beberapa alasan mengapa masjid tersebut hingga saat ini belum bisa digunakan, meski sebagian besar bangunannya sudah selesai dikerjakan.

Pertama, masjid tersebut saat ini masih dalam proses tender (pelelangan umum) sehingga untuk kelanjutannya masih belum bisa dikerjakan.

Kedua, terkendala dengan ketersediaan batu giok yang merupakan bahan baku utama untuk dipasang di masjid agung setempat, serta ada kendala teknis dalam hal pengolahan batu alam tersebut untuk diolah menjadi bahan baku seperti marmer.

Apalagi Pemkab Nagan Raya menginginkan batu hasil alam tersebut diolah di dalam daerah, dan bukannya diolah diluar daerah karena hal itu dinilai terlalu banyak menghabiskan anggaran, serta mudah dilakukan pengawasan.

“Jadi, kalau pun dikerjakan tahun ini masjidnya, hanya lanjutan pekerjaan sebelumnya. Sedangkan untuk lantai giok belum bisa dilakukan,” kata Irwansyah.