Keuchik Dipecat Sepihak, Juragan: Ini Aneh, Bisa ‘Hancur’ Nagan Raya Kalau Begini

165
Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Seorang kepala desa (keuchik) di Kabupaten Nagan Raya, Zulchairal, dikabarkan diberhentikan (dipecat) sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

Informasi yang diperoleh oleh awak media di Nagan Raya, Kamis (31/5/2018) menyebutkan keuchik definitif yang merupakan hasil Pilciksung itu dicopot tanpa adanya kesalahan yang ia perbuat, serta dicopot secara tiba-tiba.

Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi kepada wartawan di Simpang Peuet, Kamis malam kepada awak media mengatakan ia sudah menerima laporan dan pengaduan terkait kasus pemecatan keuchik secara sepihak tersebut.

“Ini kan aneh, masa pecat (berhentikan-red) keuchik tiba-tiba. Harusnya di cek dulu ada salah atau tidak, baru kemudian diambil tindakan,” tegas Samsuardi dengan nada kecewa.

Ia mengakui, dampak dari persoalan ini telah menimbulkan ‘kegaduhan’ baru di kalangan masyarakat, mengingat pemecatan secara sepihak tersebut diduga tak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Atas persoalan ini, pria yang akrab disapa Juragan akan memanggil pejabat terkait di DPRK guna didengarkan keterangan terkait persoalan ini.

“Kita dengar dulu apa alasan pemkab memecat keuchik sepihak, ini harus diperjelas sehingga tak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Juragan menambahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, pemecatan Keuchik Gampong Latong, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya ini diduga sarat kepentingan politis.

“Ini aneh, bisa hancur Nagan Raya kalau begini,” cetusnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Latong, Kecamatan Seunagan, Zulchairal kepada awak media di Nagan Raya, Kamis siang mengatakan, pemberhentian dirinya sebagai kepala desa penuh tanda tanya.

Menurutnya, pemberhentian tersebut diduga tak ada alasan kuat, mengapa ia bisa diberhentikan begitu saja secara tiba-tiba.

Ia menduga, pemberhentian yang ia alami ini diduga kuat terkait Pilkada 2017 lalu.

“Jabatan keuchik sama dengan bupati, sama – sama dipilih rakyat,” katanya. (*)