Objek Wisata Geunang Gedong: Hidup Segan, Mati Tak Mau

oleh

Selain terkenal dengan objek wisata pantai seperti Batee Puteh, Ujong Kareung, dan Lhok Bubon, di Aceh Barat terdapat tempat lainnya yang tak kalah eksotis.

Warga setempat biasa menyebutnya Geunang Gedong. Sesuai namanya, Geunang Gedong (genangan yang besar) berupa danau air payau yang menyerupai genangan air yang sangat besar.

Meskipun berair payau, Geunang Gedong  bukanlah objek wisata pesisir pantai, ianya bertempat di Gampong Putim, Kecamatan Kaway XVI, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Meulaboh.

Tempat ini meyajikan keindahan yang luar biasa, selain pula memberi rasa asri dan nyaman bagi para pengunjungnya.

Di tempat ini juga terdapat kafe yang dikelola warga setempat. Pelanggan tentunya tak akan bosan berlama-lama bercengkrama di kafe seraya menikmati suasana perbukitan yang ada di tempat itu.

Beberapa kafe menawarkan pengalaman mengarungi danau nan luas diatas perahu bermotor, ataupun “bebek dayung fiberglass.”

Hampir tiap hari, terlebih menjelang hari-hari besar seperti puasa dan lebaran, Geunang Gedong dipadati oleh pengunjung.

“Namun itu dulu,” kata Zainun (61) yang salah satu pemilik kafe di tempat tersebut, saat ditemui di kafe miliknya, (15/5/2018).

Antara 2008 hingga 2010, Zainun dapat meraup omset jutaan rupiah perharinya, dari para pelanggan kafe dan penyewa “bebek dayung” miliknya.

“Sekarang, 50 ribu sehari saja sulit,” ucapnya dengan mata menerawang ke tengah-tengah danau.

Kini, bebek dayung miliknya telah lapuk dimakan usia. Tergeletak begitu saja tiada penyewa. Beberapa diantaranya terlihat mengapung di tepi tanggul danau.

Beberapa kafe lainnya, selain kafe Zainun, pun tinggal pondasi. Sebagian lagi ditinggal kosong begitu saja.

Dulu, terdapat enam kafe di tempat itu. Namun karena sepi pengunjung, para pemilik kafe memilih tidak melanjutkan usahanya.

“Semua karena tempat ini tidak terawat dengan baik. Kehadiran eceng gondok membuat danau jadi jelek. Tidak seindah dulu,. Akibatnya, pengunjung dari luar berkurang. Yang datang kesini mayoritas warga sekitar, atau warga dari gampong tetangga,” keluhnya.

Padahal, kata dia, Geunang Gedong, selain jadi objek wisata, juga menjadi tempat diadakannya berbagai event.

“Dulu jambore pramuka, grasstrack, dan kegiatan-kegiatan lainnya sering digelar disini,” kenangnya yang juga petugas pintu air (PPA).

Tiga bulan sekali, ketika waktu memanen di sawah telah selesai, dia akan membuka pintu air Geunang Gedong tersebut. Sehingga air dapat mengalir keluar, tanpa merusak ladang warga. Dengan itu, danau kembali (sedikit) bersih dari eceng gondok.

“Namun tetap saja, tidak hilang semua,” imbuhnya.

Karenanya, Zainun sangat berharap pihak terkait memperhatikan Geunang Gedong. Setidaknya, melakukan pembersihan dan perawatan tempat.

“Ini aset dari alam langsung. Bukan buatan. Rugi Aceh Barat, kalau tidak memanfaatkan tempat seindah ini,” dia menandaskan.

Masih mengenai keindahan Geunang Gedong, seorang pengunjung yang ditemui DiliputNews, bernama Ena warga Gampong Blang Geunang, kecamatan dimaksud, juga menyayangkan jika tempat itu luput dari perhatian pemerintah setempat.

“Kasihankan, tempat sebagus dan seindah ini dibiarkan tak terawat,” sebut Ena.

Ibu rumah tangga kelahiran 1991 ini memiliki harapan yang sama, seperti harapan Zainun.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparbudparpora Aceh Barat, Eva Nurlaita, SP, yang perihal Geunang Gedong tersebut pada hari yang sama, mengatakan bahwa Disparbudparpora Aceh Barat akan mengambil telah langkah-langkah, untuk melakukan, sejenis perawatan, terhadap salah satu objek wisata Aceh Barat itu.

Sama seperti yang dilakukan terhadap situs wisata Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, katanya.

“Warga juga dapat mengajukan permohonan atau proposal, misalnya kegiatan pembersihan eceng gondok di tempat tersebut,” ungkap Eva, Selasa (15/5/2018) ditemui di kantor Disparbudpora setempat.

“Untuk menjaga kelestarian, dan keindahan di tempat itu, kedepannya, kita juga akan melakukan pengecekan, mengenai apa saja yang dibutuhkan di tempat itu,” tandas dia.