Heboh! Diduga Salah Parkir Kendaraan, Mobil Warga Meulaboh Malah Dipenuhi Tanah

oleh
Bagian kap mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi BL 1022 EA terlihat kotor, usai diparkirkan didepan sebuah bangunan yang terletak di samping RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kamis (10/5/2018) siang. Foto/Istimewa.

DILIPUTNEWS.COM, MEULABOH-Sebuah mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi BL 1022 EA milik Bukhari, warga Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (10/5/2018) siang sekitar pukul 14.00 WIB diduga mendapatkan perlakuan tak mengenakkan, setelah ia secara tidak sengaja memarkirkan mobil pribadi miliknya di sebuah bangunan yang berada di lorong samping RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Informasi yang diterima awak media pada Jumat (11/5/2018) siang di Meulaboh menyebutkan, insiden ini terjadi bermula ketika pemilik kendaraan secara tak sengaja memarkirkan kendaraan miliknya di depan sebuah bangunan yang berada di samping rumah sakit, setelah lokasi parkir yang tersedia di kompleks rumah sakit dalam keadaan penuh.

Mengingat saat itu, korban terburu-buru lantaran harus menjenguk salah satu anggota keluarganya yang sedang dirawat di rumah sakit setempat.

Namun saat ia kembali, bagian kap depan mobilnya mendadak dipenuhi tanah karena diduga sengaja dikotori oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Melihat situasi ini, korban pun berusaha mempertanyakan mengapa mobilnya terdapat kotoran tanah dan diletakkan barang bekas bangunan kepada sejumlah pekerja, yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

Entah bagaimana, akhirnya sempat terjadi percekcokan dan adu mulut antara pemilik mobil dengan sejumlah pekerja dan pemilik bangunan.

Situasi sempat memanas, namun akhirnya sang pemilik mobil beranjak pergi dari lokasi bangunan tempat ia memarkirkan kendaraan.

Sejumlah anggota keluarga korban yang menghubungi awak media di Meulaboh mengatakan, mereka sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena harusnya aksi mengotori mobil warga yang kebetulan sedang parkir di depan sebuah bangunan di samping RSUD Cut Nyak Dhien ini harusnya tak perlu terjadi.

“Harusnya kalau ada masalah kan bisa diselesaikan secara baik-baik, masa harus mengotori mobil dengan memasang papan triplek dan pot bunga diatas kap mobil,” kata Cek Wan, salah satu keluarga korban dengan nada kecewa.(*)