Imigrasi Meulaboh Amankan Dua WNA Asal Pantai Gading di Simeulue

61
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II B Meulaboh, Imam Santoso (kanan) bersama petugas Imigrasi memperlihatkan paspor dua WNA yang berhasil diamankan di Simeulue, Rabu (2/5/2018) siang.

DILIPUTNEWS.COM, MEULABOH – Otoritas Imigrasi Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, hingga Kamis (3/5/2018) berhasil mengamankan dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Pantai Gading, Afrika Barat.

Data yang diperoleh Diliputnews.com menyebutkan, dua warga asing ini diamankan setelah masa berlaku Visa yang dimiliki tersebut telah habis masa berlakunya.

Dua warga asing yang diamankan ini masing-masing bernama Roni Ronal (25) dan rekannya Koffi Firmin (24).

Kepala Imigrasi Meulaboh, Imam Santoso kepadawa wartawan di Meulaboh, Rabu (2/5/2018) mengatakan keberadaan dua warga asing ini diketahui berkat adanya laporan dari pihak Kesbangpol dan kepolisian di Simeulue, karena kedapatan beraktivitas sebagai pemain sepakbola.

Menurutnya, keberadaan dua warga asing di salah satu pulau terluar Aceh tersebut sudah berbulan-bulan.

“Saat kita ke sana betul ada dua orang WNA asal Pantai Gading, saat itu mereka sedang bermain bola di sebuah satu klubp lokal di Simeulu tepatnya di Desa Kampung Air, Kecamatan Semeulu Tengah,” jelas Imam Santoso.

Dalam kasus ini, pihaknya tidak serta merta melakukan penangkapan, sebab kedekatan antara warga asing dengan warga sekitar, membuat petugas Imigrasi melakukan tindakan secara persuasif.

” Jadi tidak serta merta kita tangkap, sebab memikirkan juga masyarakat luas. Mereka sudah berada di Simeulue sejak September 2017 lalu dengan mengunakan jenis Visa Bebas Kunjungan,” tambahnya..

Imam menuturkan, Visa bebas kunjungan berlaku hanya 30 hari dan tidak dapat diperpanjang, sehingga kedua WNA itu harus segera pulang ke negara asal dalam jangka waktu sebelum masa berlaku Visa habis.

“Setelah kita lakukan pengecekan, izin tinggal mereka sudah melebihi batas waktu,” jelasnya.

Atas persoalan ini, dua WNA tersebut terancam dideportasi ke negara asalnya serta serta masuk dalam daftar pencegahan tentang ke Imigrasian. (*)