Sering Timbulkan Konflik Tanah, Anggota DPRK Nagan Raya Minta Izin HGU Ditinjau Ulang

22
Anggota DPRK Nagan Raya, Teuku Cut Man. Foto: Google.

DILIPUTNEWS.COM, SUKA MAKMUE-Anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man meminta kepada Pemerintah Aceh maupun pemkab setempat, untuk segera melakukan peninjauan ulang terkait perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan perkebunan yang kini sudah berakhir izinnya.

dampak dari tidak jelasnya lokasi titik koordinat HGU yang sudah diberikan izinnya oleh pemkab ke sejumlah perusahaan perkebunan, telah menyebabkan konflik tanah antara masyarakat dengan pihak perusahaan yang berujung pada proses penegakan hukum.

“Jadi, sebelum izin HGU diberikan kepada pihak perusahaan perkebunan, alangkah baiknya pemkab melakukan pengukuran ulang khususnya titik koordinat,” kata anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man kepada Diliputnews.com, Selasa (1/5/2018) siang.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari kalangan masyarakat di Nagan Raya, selama ini mengapa kerap menyebabkan konflik pertanahan di kabupaten itu, lantaran diduga kuat akibat belum jelasnya titik koordinat HGU yang sudah diberikan pemerintah daerah ke perusahaan perkebunan.

Akibatnya, banyak lahan masyarakat diklaim pihak perusahaan masuk ke dalam izin HGU, sehingga ujung-ujungnya menyebabkan konflik pertanahan dan menyebabkan kerugian di kalangan masyarakat.

Apalagi selama ini, diduga ada pihak yang bermain terkait persoalan ini, sehingga masyarakat dan perusahaan ikut dirugikan dalam persoalan tersebut.

“Intinya, Izin HGU di Nagan Raya harus ditinjau ulang dan diinvetarisir. Sehingga tak ada pihak yang dirugikan saat HGU tersebut nantinya diperpanjang,” kata Cut Man.