GeRAK: Perbaikan Ruas Jalan Meulaboh-Tutut ‘Cilet-cilet’

oleh
Ruas jalan Meulaboh-Tutut rusak, (Foto: ist)

DiliputNews.com – Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra, menuding perbaikan ruas jalan Meulaboh–Tutut dengan sumber dana otonomi khusus tahun anggaran 2017 dikerjakan dengan tidak serius oleh pelaksana proyek.

Proyek pengerjaan pemeliharaan ruas jalan Meulaboh-Tutut tersebut berlokasi di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, mulai dari Gampong Beuregang, Tanjong Bungong, Putim, Meunasah Rambot, Cot Trueng,  Alue On, dan Gampong Pu’uk dengan dana mencapi Rp4 miliar dan panjang 2 Kilo.

“Berdasarkan laporan pelintas dan warga, di lintasan gampong Meunasah Rambot, lintasan jalan yang rusak tersebut sudah digenangi air, sepanjang kurang lebih 10 meter, tercatat setidaknya 2 titik yang sudah mulai tergenang air dan seperti menggunung,” ujar Edy di siaran tertulisnya, Jum’at (9/3).

“Sementara, temuan kami, di Gampong Beuregang rusak, di Tanjong Bungong tidak dikerjakan. Putim, Meunasah Rambot, Cot Trueng rusak dan tergenang air. Sementara, Alue On dan Gampong Pu’uk tidak dikerjakan. Itu semua terjadi tak berapa lama, pasca serah terima proyek dari pelaksana ke pemerintah daerah. Terkesan kualitas jalan tersebut tidak begitu baik dan pengerjaannya cilet-cilet (tidak serius, red),” ketusnya.

Seharusnya, imbuh Edy, proyek perbaikan jalan Meulaboh–Tutut tersebut dikerjakan dengan serius, sejak proses perencanaan hingga pengerjaannya.

“Tidak hanya kejar tayang, tapi mengabaikan kualitas pekerjaan. Patut diingat juga, bahwa jalan Meulaboh-Tutut ini adalah jalan lintas utama warga. Jelas ini bukan persoalan masih dalam tahap pemeliharaan jalan seperti diutarakan oleh rekanan proyek kepada pihak kejaksaan pada Sabtu, 3 Maret 2018 lalu. Pantauan kita dilapangan dan juga laporan masyarakat, hingga saat ini yang sudah memasuki bulan Maret 2018, tidak terlihat pun aktifitas pekerjaan perbaikan jalan yang semakin parah tersebut,” tukas dia.

Edy berharap Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat melakukan pengusutan proyek perbaikan jalan Meulaboh–Tutut tersebut.

“Kita ingin penegak hukum dalam bekerja jangan cilet-cilet, karena bagaimanapun ini sudah menjadi amanah undang-undang untuk melakukan pengusutan,” demikian Edy.