Aceh Barat Intensifkan Pengawasan Minuman Keras

24
Aceh Barat Intensifkan Pengawasan Minuman Keras

Aceh Barat Intensifkan Pengawasan Minuman Keras
Aceh Barat Intensifkan Pengawasan Minuman Keras

MEULABOH | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran minuman keras, sehingga tidak ada lagi minuman beralkohol itu beredar di masyarakat.

“Peredaran minuman keras ini sudah dilarang di Aceh Barat. Pemerintah daerah bersama Majelis Permusyawaratan Ulama sepakat mengharamkan peredarannya,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Aceh Barat Adami Umar di Meulaboh, Senin (2/2).

Selama ini, kata dia, banyak ditemukan jual beli minuman keras. Usaha jual beli tersebut diluar sepengetahuan pemerintah daerah dan tidak mengantongi izin.

“Kami terus mengawasinya. Memang, selama ini banyak minuman keras yang beredar. Minuman keras itu diperjualbelikan secara ilegal,” ungkap Adami Umar, yang juga mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh ini.

Pengawasan intensif tersebut, lanjut dia, juga sebagai upaya menindaklanjuti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Dalam peraturan menteri tersebut, kata dia, dijelaskan bahwa dilarang menjual minuman beralkohol, bahkan dengan kadar kurang dari lima persen seperti bir dan minuman ringan beralkohol lainnya.

Sementara itu, Koordinator Satgas Refrensif Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Barat Arhammar Ridha menyatakan sepakat dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut. Sebab, minuman keras merupakan awal seseorang mengonsumsi narkotika.

“Biasanya, kasus yang kami temui faktor utama pencandu narkotika berawal dari minuman beralkohol. Setelah minum, pasti tidak akan puas bila tidak memakai narkotika, apakah sabu-sabu, ekstasi, maupun lainnya,” kata dia.

Menurut dia, meskipun BNNK tidak melakukan advokasi terhadap korban atau peminum minuman keras, tetapi mereka dapat saja dilakukan rehabilitasi. Proses rehabilitasi harus mendapat rekomendasi dari kepolisian.

“Dengan ditekannya peredaran minuman keras, maka secara tidak langsung dapat menekan meningkatnya peredaran narkotika yang mayoritas sasarannya adalah usia remaja,” kata Arhammar Ridha.(red/ant)