TNI AL Musnahkan Pukat Mini Trawls di Melaboh

oleh
TNI AL Musnahkan Pukat Mini Trawls di Melaboh
TNI AL Musnahkan Pukat Mini Trawls di Melaboh
TNI AL Musnahkan Pukat Mini Trawls di Melaboh

MEULABOH | DiliputNews.com – TNI AL bersama kepolisian dan muspida musnahkan 39 unit alat tangkap Pukat Hela (Trawls) mini yang disita dari puluhan nelayan kawasan Barat Selatan, Provinsi Aceh.

Pasi Intel Lanal Sabang Mayor Laut (t) M Akbar St di Meulaboh, Kamis mengatakan pemusnahan dengan membakar bagian dari pukat mini trawls tersebut sebagai efek jera bagi nelayan agar tidak mengunakan alat tangkap dilarang oleh negara karenamerusak lingkungan.

“Hari ini yang kita dapatkan 39 dari nelayan wilayah barat selatan Aceh, kalau dari segi hukuman bagi pemiliknya tidak ada, tindak tegas ini hanya untuk memberikan efek jera kepada nelayan dengan pemusnahan dibakar,”katanya.

Disela-sela pembakaran empat tumpukan pukat mini trowl di halaman Pos AL Meulaboh dia menyebutkan, TNI AL akan terus mengawasi peredaran pukat terlarang dan setiap gerak gerik nelayan asing yang masuk keperairan laut Indonesia.

Dirinya menyampaikan, dengan adanya pemusnahan tersebut pastinya akan ada efek jera dirasakan oleh para nelayan, paling tidak dengan upaya tersebut dapat menekan peredaran pukat tidak ramah lingkungan itu di Aceh.

Para nelayan Aceh diajak berkerja sama dalam memberantas peredaran pukat harimau , pukat trawls serta pukat tarik yang saat ini sudah ditegaskan tidak boleh digunakan oleh nelayan sesuai Peraturan Menteri (Permen) Nomor 2 Tahun 2015 terhadap pelarangan pengunaan Pukat Hela dan pukat tarik.

“Kedepan kami menyampaikan seluruh nelayan, panglima laot dan masyarakat apabila menemukan pukat trawals dan indikasi ada nelayan luar silakan menyampaikan kepada Pos AL yang ada, agar bisa kita tindak,”imbuhnya.

Sementara itu salah seorang tokoh nelayan Kecamatan Meureubo Muzakir menambahkan, bahwa yang dilakukan oleh petugas keamanan laut tersebut tidak efektif karena pemusnahan hanya dilakukan pada jaring bukan trawls utuh.

“Maksud kami pukat trowl mini kalau dalam satu set, ada jaring, ada pemebrat, ada tali ris, ada layang atau papan, ini cuma jaring yang dimusnakan, yang lain dibawa kemana, harusnya kalau dimusnahkan secara utuhlah,”tegasnya.

Menurut para nelayan peredaran pukat trawls dikawasan perairan laut Aceh dan Indonesia pada umumnya akan sulit diberantas apabila pemusnahan dilakukan aparat berwajib hanya sebagai sample diperlihatkan kepada nelayan.

Pada dasarnya para nelayan sangat mendukung tindak tegas dilakukan oleh pemerintah pusat, akan tetapi ada baiknya dilakukan peninjauan kepada daerah tertentu karena alat tangkap nelayan setiap daerah di Indonesia berbeda-beda.

“Pemerintah kita harapkan juga tidak sama ratakan alat tangkap di Aceh Barat dengan daerah lain, karena disini mayoritas nelayan tradisional, kapal kecil alat tangkapnya juga masih serba sederhana, karena pukat trowl itu ada kriteria sendiri,”kata nelayan lain Nanda menambahkan.(red/ant)