Anggaran Minim, Pilkades di Abdya Mengkuatirkan

16
Anggaran Minim, Pilkades di Abdya Mengkuatirkan
Anggaran Minim, Pilkades di Abdya Mengkuatirkan
Anggaran Minim, Pilkades di Abdya Mengkuatirkan

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bakal mengkuwatirkan. Masalahnya, plot anggaran untuk Pilkades 11 Desa (Gampong) yang bakal diselenggarakan pada pertengahan Maret 2015 mendatang itu, dinilai terlalu minim.

Besar anggaran yang dikucurkan oleh Pemkab Abdya untuk Pilkades tersebut hanya sebesar 3.500 ribu rupiah untuk setiap desa yang hingga saat ini masih dijabat oleh pelaksana jabatan (Pj). Sayangnya, dana yang terbilang kecil itu harus bisa memenuhi segala kebutuhan selama proses Pilkades berjalan, mulai dari proses pembentukan panitia pemilihan kepala desa hingga proses penetapan kepala desa terpilih.

Elmi selaku Panitia pemilihan keuchik (P2K) Desa Padang Kecamatan Manggeng, Kamis (29/1) mengaku, dana yang dianggarkan Pemkab Abdya untuk membantu jalannya proses pemilihan keuchik (kepala desa) masih jauh dari nilai cukup. karena, setiap proses yang dijalankan dalam kegiatan itu akan memerlukan biaya, sehingga dipastikan masih banyak kekurangan anggaran.

“Untuk biaya pembuata kertas suara saja sudah menelan anggaran satu juta lebih, belum lagi biaya pembuatan tempat pemilihan dan keperluan lainnya. Dana tersebut jelas sangat kurang,” sebutnya.

Selaku panitia, Elmi mengaku kewalahan dengan anggaran yang disediakan, karena dipastikan anggaran tersebut akan kurang, sedangkan kebutuhan sangat banyak.

“Kita terpaksa akan mengutip biaya pendaftaran dari bakal calon keuchik, untuk dana tambahan. Namun tetap saja akan kurang. Ini dilema bagi kami selaku panitia,” paparnya.

Mengenai hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setdakab Abdya, Reza Fahlefi, SSTP secara terpisah menjelaskan, kalau dihitung-hitung anggaran tersebut memang tidak mencukupi. Namun, anggaran senilai Rp.3.500 ribu merupakan kemampuan daerah untuk membantu jalannya proses Pilkades.

Reza mengatakan, penetapan jumlah anggaran tersebut tidak berdasarkan hitungan dari perincian kegiatan Pilkades, namun ditetapkan secara gelondongan. Artinya, anggaran yang disiapkan itu tidak berdasarkan kebutuhan pasti, akan tetapi menurut perkiraan kasat mata.

“Kita akui dana tersebut akan kurang, namun itulah kemampuan daerah untuk membantu kegiatan Pilkades. Tidak ada perhitungan rinci terkait berapa anggaran yang akan dihabiskan dalam Pilkades ini, namun hanya ditetapkan secara gelondongan,” jelasnya saat berada diruang kerjanya.

Dikatakanya, pihak penyelenggara dapat mencari bantuan dana dari pihak ketiga, dimana dana tersebut dapat digunakan dalam kegiatan Pilkades dan sifatnya tidak mengikat. Ia juga belum dapat memastikan kapan anggaran tersebut akan dikucurkan, sebab dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2015 belum ada.

“Mungkin saja dalam pelaksanaan Pilkades disebuah desa ada bantuan dana dari pihak ketiga, seperti tokoh masyarakat, pengusaha dan lainnya, yang penting dana tersebut tidak mengikat,” cetusnya.

Dalam Pelaksanaan Pilkades nantinya, dari 132 Desa di Abdya, sebanyak 21 Desa masih menunggu habis masa jabatannya, jadi hanya 111 Desa saja yang akan mengikuti Pilkades pada pertengahan Maret 2015 mendatang. (Red/Zal)