Jaringan Irigasi Abdya Bertambah Mencapai 6000 Ha

33
Jaringan Irigasi Abdya Bertambah Mencapai 6000 Ha
Jaringan Irigasi Abdya Bertambah Mencapai 6000 Ha
Jaringan Irigasi Abdya Bertambah Mencapai 6000 Ha

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pengembangan jaringan irigasi areal persawahan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam tahun 2015 mencapai 6000 hektare (Ha), pembangunan itu didanai oleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pernyataan itu diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Ramli Bahar, Selasa (20/1) dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi di areal persawahan Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh, Kabupaten setempat.

Pencanangan gerakan perbaikan irigasi yang dilaksanakan Pemkab Abdya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Abdya bekerja sama dengan Kodim 0110/Abdya, dalam rangka swasembada pangan yang serentak diseluruh Indonesia.

“Di Abdya sendiri pengembangan jaringan irigasi yang didanai DIPA APBN tahun 2013 sekitar 250 Ha, pada tahun 2014 meningkat menjadi 1000 Ha dan tahun 2015 Abdya mendapat alokasi hingga 6000 Ha. Meskipun apa yang telah dibantu pemerintah pusat ini belum sepenuhnya dapat memperbaiki seluruh jaringan irigasi di Abdya, tapi kita akan terus berupaya,” sebut Sekda Ramli didampingi Ketua DPRK Abdya, Zulkifli Isa, Dandim 0110/Abdya, Letkol Inf Suhartono, Kapolres Abdya AKBP Budi Samekto Sik, Kejari Blangpidie Umar Z SH MH, serta sejumlah anggota dewan dan pejabat daerah lainnya.

Menghadapi musim kering  2015 serta dalam menanggulangi kekurangan air, pemerintah pusat juga telah memberikan bantuan berupa pompa air sebanyak 25 unit, dimana semua mesin tersebut akan digunakan di areal persawahan tadah hujan yang mempunyai sumber air sungai, sehingga permasalahan kekurangan air dapat teratasi.

Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Suhartono dalam kesempatan itu juga mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu tindaklanjut dari Menteri Pertanian RI tentang pencanangan gerakan perbaikan irigasi (PGPI) yang dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia dalam rangka swasembada pangan.

“Persiden berkeinginan untuk mewujudkan  swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun ke depan dengan melakukan stop impor beras, jagung dan kedelai. Hal ini merupakan keinginan yang positif sehingga harus kita dukung dan diwujudkan secara bersama-sama. Khususnya TNI akan terus membantu dalam mencapai cita-cita pemerintah ini,” ujar Letkol Inf Suhartono.

Ia mengharapkan, seluruh instansi terkait dapat terus mengawal program ketahanan pangan menuju swasembada nasional, terutama dalam hal penanaman padi agar jangan sampai banyak kendala yang didapat oleh petani, sehingga membuat kegagalan panen.

“Khusus untuk penyaluran pupuk, pihak terkait jangan ada yang main-main dalam pelaksanannya. Jangan sampai petani terkendala pupuk, sebab percuma saja semangat pemerintah yang begitu gigih jika pelaku usaha pupuk memainkan pendistribusian pupuk kepada petani kecil,” demikian paparnya (Red/Zal)