DPRK Desak Bupati Abdya Usulkan Calon Wabup

76
DPRK Desak Bupati Abdya Usulkan Calon Wabup
DPRK Desak Bupati Abdya Usulkan Calon Wabup
DPRK Desak Bupati Abdya Usulkan Calon Wabup

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak Bupati Jufri Hasanuddin untuk segera menyampaikan nama-nama calon wakil bupati (Wabup) pengganti. Pasalnya, anggaran untuk keperluan Wabup telah dianggarkan dalam Anggarap Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2015, sehingga pengganti alm Tgk Yusrizal Razali perlu dengan segera ditentukan demi tertib administrasi pemerintahan.

“Bupati harus segera mengrimkan nama-nama calon pengganti Wabup. Anggarannya telah disahkan, jadi tidak ada alasan nama calon tidak dikirimkan. Kalau usulan itu sudah ada di DPRK Abdya, tentunya proses lebih lanjut dapat dilakukan,” ujar Zulkarnaini pada saat membaca pemandangan Fraksi Abdya Bermartabat dalam Paripurna Pengesahan Rancangan Qanun menjadi Qanun Abdya Tahun 2015 di Aula DPRK setempat, Senin (19/1).

Menurutnya, Bupati Abdya terksesan memperlambat proses tersebut, sehingga memasuki akhir Januari 2015, pengganti Wabup belum juga ditetapkan.

“Kepada pimpinan Dewan juga kami harapkan, agar terus mendesak Bupati Jufri Hasanuddin mengirimkan bakal calon, sebab waktu terus berjalan, sedangkan proses pemilihan dan penetapannya juga membutuhkan waktu dan ketelitian. Akibat kosongnya jabatan Wabup, banyak urusan dan pelayanan menjadi terganggu,” ujar Zulkarnaini dengan tegas.

Diberitakan sebelumnya, surat usulan calon yang dikirimkan oleh Partai Aceh selaku partai pengusung telah diserahkan DPW PA Abdya pada 10 Desember 2014 lalu dengan Nomor 036/DPW-PA/ABD/XII/2014 tentang pengusulan nama calon Wakil Bupati Abdya.

Dalam surat yang ditandatangani M.Nazir sebagai Ketua dan Hasbi AG selaku Wakil Sekretaris DPW PA Abdya, diusulkan dua nama yaitu Said Azhari SH dan M Nazir. Usulan tersebut juga ditandatangani oleh Qhazi Wilayah Blangpidie KPA, H.Abu Zaini Dahlan, Majelis Tuha Peut Wilayah KPA, M.Nasir Alue, dan Ketua Wilayah KPA Blangpidie, Abdurrahman Ubit.

Dengan telah diusulkannya nama-nama tersebut tidak ada alasan bagi bupati untuk tidak mengirimkan usulan tersebut ke DPRK. Sebab akan menimbulkan dampak dari Pemerintahan Abdya yang tidak ada wakil bupatinya pasca meninggalnya Wabup Abdya beberapa bulan yang lalu, seperti permasalahan urusan pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat menjadi terhambat, apalagi bupati sangat susah ditemui.

Akan hal itu, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Hanafiah AK mengaku, hingga saat ini ia belum menerima amanah dari Bupati Abdya terkait pengiriman nama calon Wabup ke DPRK setempat. Meskipun partai pengusung telah mengeluarkan surat usulan nama calon Wakil Bupati Abdya.

“Saat ini Bupati masih berada di luar daerah untuk melaksanakan tugas penting daerah. Setelah bupati kembali, akan saya sampaikan hal ini untuk segera ditindaklanjuti. Belum ada amanah kepada saya dan saya pun juga tidak tahu secara pasti apakah nama-nama calon telah diterima oleh bupati,” jelasnya.

Secara aturan, dua nama calon diusulkan oleh partai pengusung kepada bupati dan selanjutnya diserahkan kepada DPRK Abdya. Kemudian DPRK membentuk tim dan panitia khusus pemilihan agar mebuat tata tertib (Tatib) pemilihan. Setelah ada tatib, barulah kemudian dikonsultasikan kepada Gubernur dan Kementerian Dalam Negeri. (Red/Zal)