Harga Pala di Aceh Selatan Turun Jadi Rp30 Ribu/Kg

24
Tanaman Pala Di Aceh Selatan

Tanaman Pala Di Aceh Selatan
Tanaman Pala Di Aceh Selatan

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Harga biji pala basah di Kabupaten Aceh Selatan dalam beberapa pekan belakangan ini turun tajam hingga 30 persen yakni dari Rp45 ribu menjadi Rp30  ribu per kilogram, sehingga masyarakat di daerah itu mengeluh, karena harga kebutuhan pokok lainnya terus meningkat.

Sulaiman, seorang petani pala di Tapaktuan, Selasa menyatakan, turunnya harga pala ini sangat menyengsarakan masyarakat, karena harga kebutuhan pokok saat ini melambung tinggi imbas dari kebijakan penaikan harga BBM baru-baru ini.

Penurunan harga biji pala basah di tingkat petani juga diikuti penurunan harga minyak pala dari sebelumnya tembus Rp1.050.000 kini hanya Rp650.000 per kilogram.

Disebutkan, mayoritas masyarakat Aceh Selatan bekerja sebagai petani pala sehingga sangat menggantungkan kebutuhan hidupnya dari hasil pertanian pala.

Dia mengatakan, turunnya harga membuat petani tidak bergairah lagi menggarap lahan pertaniannya, karena antara biaya yang dikeluarkan sudah tidak sebanding lagi dengan nilai produksi yang diterima.

Akibatnya, saat ini ramai petani pala di Aceh Selatan yang sudah mulai mengalihkan mata pencahariannya ke bidang lain seperti bekerja sebagai buruh bangunan dan melaut untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah-langlah strategis untuk mengantisifasi persoalan penurunan harga komoditi yang selalu terjadi setiap tahunnya. Sebab, dengan kondisi fluktuasi harga pala tersebut sangat merugikan dan meresahkan petani.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Aceh Selatan Dermawan menyatakan, kondisi fluktuasi harga pala memang selalu terjadi setiap akhir akhir akibat permainan harga oleh pembeli di Medan, Sumatra Utara.

Biasanya, sambung Dermawan, harga komoditi pala akan naik kembali seperti harga normal sekitar bulan April atau Mei, sebab saat itu proses pembelian dan penjualan minyak pala mulai normal.

“Sebenarnya tidak ada istilah harga minyak pala turun di pasar internasional, hal itu hanya isu saja yang sengaja dihembuskan. Sebab faktanya kondisi penurunan harga ini selalu terjadi di akhir tahun sejak dari dulu,” katanya.(red/ant)