Nelayan Tradisional Sepakat BBM Subsidi Distop

oleh
Nelayan Tradisional Sepakat BBM Subsidi Distop
Nelayan Tradisional Sepakat BBM Subsidi Distop
Nelayan Tradisional Sepakat BBM Subsidi Distop

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Nelayan tradisional Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sepakat terhadap penyetopan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada kapal berukuran 30 gross ton (GT) agar tidak terjadi kekurangan bahan bakar bagi nelayan kecil.

Koordinator Nelayan Tradisional (Kontan) Aceh Barat Indra Jeumpa di Meulaboh, Selasa mengatakan kapal 30 GT merupakan milik para pengusaha atau lebih cenderung kepada industri yang mampu mengeluarkan biaya besar untuk setiap melaut.

“Apalagi di Aceh Barat, hampir semua boad nelayan disini berkapasitas lima sampai 10 GT, kalaupun ada yang 30 GT itu sudah milik pengusaha bukan lagi milik individu nelayan tradisional,” katanya.

Menurut dia, kelangkaan BBM solar yang diperuntukan untuk nelayan di wilayah setempat selama ini karena tingginya kebutuhan, sementara dominan yang mengunakan BBM solar subsidi dengan jumlah besar adalah kapal tangkap ikan berkapasitas 30 GT.

Kondisi demikian menyulitkan bagi para nelayan tradisional yang ketergantungan BBM solar mereka dalam pembelian hanya menggunakan jerigen dengan jumlah tidak begitu besar karena modal untuk melaut juga terbatas.

“Bagi kami nelayan tradisional sepakat saja bila kapal 30 GT tidak diberikan lagi BBM subsidi, karena untuk wilayah Aceh Barat lebih banyak boad nelayan dibawah 30 GT, saya pikir program pemerintah pusat ini mendukung nelayan kecil yang terjepit,” katanya.

Sementara Panglima Laot (pemangku adat) Aceh Barat Amirudin tidak sepakat dengan para nelayan tradisional tersebut karena meskipun ada sekitar 20 unit kapal tangkap ikan 30 GT akan tetapi tidak adil bila ada kapal lain tidak diberikan BBM subsidi.

“Kapalnya memang terkadang punya saudagar, tapi ada baiknya jangan distop BBM subsidi kapal 30 GT,  karena kapasitas alat tangkap mereka cukup minim, bukan seperti mobil yang besar-besar, atau kapal-kapal yang sudah mengangkut barang,” tambahnya.

Pemerintah pusat mengeluarkan Peraturan Presiden (perpres) Nomor 191/ 2014 tentang penyetopan pemberian BBM Subsidi untuk kapal tangkap ikan diatas 30 GT, sebagian komunitas nelayan Aceh menolak kebijakan itu.

Program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam program konservasi bahan bakar untuk perahu dan kapal nelayan dari BBM ke LPG huna mengatasi keterbatasan stok BBM yang setiap tahun diberikan yakni nelayan sebanyak 2,1 kilo liter (KL) dengan komposisi 1,2 juta kl untuk kapal diatas 30 GT dan sisanya sekitar 900 kl untuk kapal dibawah 30 GT.(red/ant)