Kepolisian Diminta Ungkap Penimbun Elpiji Di Aceh Barat

oleh
Kepolisian Diminta Ungkap Penimbun Elpiji Di Aceh Barat
Kepolisian Diminta Ungkap Penimbun Elpiji Di Aceh Barat
Kepolisian Diminta Ungkap Penimbun Elpiji Di Aceh Barat

MEULABOH | DiliputNews.com – Tim terpadu dari unsur pemerintah daerah, Pertamina dan Kepolisian diminta mengungkap oknum pangkalan penimbun elpiji subsidi isi 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, karena perbuatannya tersebut meresahkan masyarakat.

Pelaksana Agen Defenitif PT Kuala Mereubo Fahrur Razi di Meulaboh, Kamis (8/1) mengatakan kekosongan elpiji subsidi kerab terjadi akibat masih adanya indikasi penimbunan oleh pangkalan yang kemudian menjualnya kepada masyarakat kios pengencer.

“Kami bingung seperti ini, tim terpadu dari Polisi, Pertamina dan Pemda ada mantau, setiap saat mereka datang kemari mengambil data, ngecek-ngecek data dari kita kasih selalu, hasilnya mana?,” katanya.

Hal tersebut disampaikan menyusul terjadinya kelangkaan elpiji subsidi 3 kg semenjak awal 2015 di Meulaboh, sementara kuota disalurkan masih normal, selain itu harga jual elpji 3 kg di tingkat pengencer secara ilegal mencapai Rp25-Rp28 ribu/tabung.

Fahrur menjelaskan, harusnya setiap pangkalan wajib menjual gas subsidi 3 kg seharga Rp16.000/tabung sesuai harga enceran tertingi (HET) karena agen penyalur hanya menebus ke PT Pertamina seharga Rp14 ribu/tabung.

Patut diduga kata dia, pangkalan yang selama ini dipercayakan agen mendapat pasokan sesuai kuota berlaku curang, karena bisa jadi di tingkat mereka apabila ditemukan banyak stok elpiji 3 kg di tingkat pengencer.

“Kalau bukan pangkalan yang menjual kepada pengencer terus siapa lagi?. Kami memiliki enam pangkalan dan setiap pangkalan kami wajibkan mendata sesuai KTP setiap pembelian masyarakat maksimal satu tabung per 1 KTP,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, di Kabupaten Aceh Barat memiliki tiga agen resmi yakni PT Kuala Merebo, PT Cikau Sabe dan PT Putro Minyeuk Tanoh. Masing-masing memiliki pangkalan sebagai distributor kepada masyarakat dengan harga jual sesuai HET.

Fahrur merincikan, untuk perusahaanya diberikan kuota elpiji subsidi 3 kg sebanyak 9.520 tabung, setiap pangkalan disalurkan 1.500 tabung per satu bulan sementara apabila terjadi kekosongan bisa jadi karena banyaknya permintaan dalam satu bulan berjalan itu.

Selain adanya indikasi kecurangan tersebut, bisa jadi kelangkaan elpji subsidi 3 kg karena banyak warga beralih pemakaian dari tabung gas non subsidi 12 kg dan hal tersebut dapat dibuktikan dengan kriteria para pembeli di tingkat pangkalan.

“Ada satu lagi yang mungkin perlu diketahui bahwa para agen di sini juga tidak mendapat kuota yang sama, ada agen lain yang melebihi DO perusahaan kami meskipun statusnya belum defenitif,” katanya menambahkan.

Banyaknya warga Aceh Barat yang beralih dari tabung 12 kg ke subsidi 3 kg pasca terjadi kenaikan 10 persen, karena harga jual tabung 12 kg di tingkat pangkalan sudah mencapai Rp150-Rp155 ribu/tabung.(red/ant)