Perempuan Aceh Kembangkan Bisnis Anyaman Tikar

oleh
Bisnis Anyaman Tikar
Bisnis Anyaman Tikar
Bisnis Anyaman Tikar

MEULABOH | DiliputNews.com – Budayawan Aceh Barat, Provinsi Aceh, Rosni Idham mengajak kaum perempuan di wilayah itu untuk mengembangkan industri rumah tangga berupa anyaman tikar pandan guna meningkatkan pendapatan keluarga.

“Anyaman tikar ini bukan hanya dilihat dari nilai sejarah hasil karya tangan perempuan Aceh masa dulu, tapi yang terpenting lagi anyaman tikar dan sebagainya itu dapat menambah penghasillan keluarga,” katanya di Meulaboh, Senin.

Hal itu disampaikan disela-sela mengawasi berjalannya perlombaan “Lapak Buet Jaroe” atau kerajinan tangan anyaman tikar pandan yang diikuti oleh perwakilan perempuan dari 12 kecamatan wilayah itu.

Rosni Idham menyampaikan, kegiatan “lapak buet jaroe” adalah salah satu ciri khas aktivitas perempuan Aceh masa dulu, selain anyaman tersebut dipergunakan untuk kebutuhan perabotan rumah juga sebagai pekerjaan rumah menjadi penompang ekonomi keluarga.

Lomba kerajinan tangan kaum perempuan tersebut serangkaian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Meulaboh yang ke-426 dan hari jadi Aceh Barat ke-69 yang ditampilkan dalam pargelaran PKAB 2014.

“Perempuan-perempuan yang jeli dapat memanfaatkan sumber daya alam, kerajinan tangan demikian ini tidak membutuhkan modal hanya perlu kratifitas usaha mencari bahan yang tumbuh berada dilingkungan sekitar tempat tinggal,” imbuhnya.

Rosni Idham menyangkan, dari 12 kecamatan perwakilan perempuan yang terdaftar sebagai peserta ada tiga kecamatan yang tidak mengirimkan pesertanya, yakni Kecamatan Pante Ceureumeun, Kecamatan Sungai Mas dan Kecamatan Johan Pahlawan.

Selain lomba anyaman tikar dikatagorikan “lapak buet jaroe” juga diperlombakan anyaman reungkan (alas tangan), tas, dompet, tempat pena serta sejumlah kerajinan tangan lainya dengan beraneka corak warna.

Prosesi lomba Lapak Buet Jaroe dipusatkan di Jalan Sudirman komplek stand pameran Satuan Kerja Perangkan Kabupaten (SKPK), setiap stand dan instansi vertikal yang ikut memeriahkan acara tahunan itu juga memamerkan hasil karya seluruh perempuan Aceh.

“Anyaman tikar pandan merupakan salah satu kerajinan tangan yang hampir hilang ditengah masyarakat era saat ini, semoga saja dengan ada kepedulian diperlombakan seperti ini dapat menumbuhkan semangat kemauan perempuan untuk terus berkarya,” katanya menambahkan.(red/Ant)