10 Tahun Warga Aceh Barat Belum Nikmati Air Bersih

oleh
10 Tahun Warga Aceh Barat Belum Nikmati Air Bersih
10 Tahun Warga Aceh Barat Belum Nikmati Air Bersih
10 Tahun Warga Aceh Barat Belum Nikmati Air Bersih

MEULABOH | DiliputNews.com – Tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Barat Rahmad Maulizar menyatakan, sekitar 3.400 jiwa atau 700 kepala keluarga masyarakat Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, belum menikmati air bersih pasca 10 tahun gempa dan tsunami meratakan kawasan itu.

Ia mengatakan di Meulaboh Senin, akibat tidak teraliri air bersih dari Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) tidak sedikit warga setempat dari kalangan anak-anak menderita gatal-gatal karena memanfaatkan air sumur.

“Sebelum tsunami 10 tahun lalu desa kami dialiri air bersih, namun sampai saat ini sudah tidak teraliri lagi setelah hancur disapu tsunami, sumur-sumur kami airnya keruh karena kawasan bekas tsunami sehingga gatal-gatal,” katanya.

Rahmad menyatakan, pasca tsunami dilakukan rehab rekon oleh Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) sudah terpasangkan meteran air pada rumah bantuan yang dibangun pada lokasi yang sama.

Beberapa tahun setelah itu pemerintah daerah dalam hal ini PDAM Tirta Meulaboh melakukan penanaman pipa distribusi untuk rencana suplai air bersih, namun tidak diketahui kendalanya hingga kini warga setempat belum menikmati air bersih.

Warga Desa Suak Ribee menilai pemerintah menganaktirikan kawasan mereka karena hanya desa mereka di Aceh Barat yang sampai saat ini berada dikawasan perkotaan Meulaboh tidak teraliri air bersih, sementara rumah bantuan pasca tsunami terpadat berada dikawan itu.

Meteran air di rumah warga sudah banyak yang hilang dan warga setempat berencana akan membongkar pipa air beserta meteran yang tersisa untuk dibawa ke DPRK meminta hak mereka dipedulikan layaknya kawasan lain.

“Kita berharap pemerintah memperhatikan warga korban tsunami yang belum menikmati air bersih, apalagi PDAM yang sudah mandiri harusnya mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Meulaboh Zuardi membenarkan belum teralirinya air bersih ke kawasan itu, namun demikian pemerintah masih berupaya mengusulkan bantuan APBN untuk pengadaan fasilitas suplai air ke perkampungan pesisir Aceh Barat ini.

“Memang belum ada air bersih ke Suak Ribee dan kita sudah mengusulkan ke APBN pengadaan pipa air. 2015 ini proyek tersebut sudah mulai dikerjakan selama ini kendala kita hanya karena belum ada pipa transmisi saja,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk pipa distribusi sudah terpasang dua tahun lalu dikawasan masyarakat setempat, namun untuk suplai air harus mengunakan terminal pompa air dari Beuregang Kecamatan Kawai XVI.

Sudah pernah dicoba membuka kran air dari terminal Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan, akan tetapi karena tidak cukup air untuk teraliri secara normal akhirnya dibatalkan dan direncanakan pendistribusian dari Beureugang.

“Pipa distribusi sudah ada dua tahun lalu dan Bupati Alaidinsyah sudah mengintruksikan juga agar hal ini segera ditangani, semoga saja usulan kita untuk pengdaan ini teralisasi 2015,” katanya menambahkan.(red/ant)