Abdya Peringati Hari Ibu Ke-86

17
Abdya Peringati Hari Ibu Ke-86
Abdya Peringati Hari Ibu Ke-86
Abdya Peringati Hari Ibu Ke-86

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Upacara Peringatan hari Ibu ke-86 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diperingati setiap tanggal 22 Desember dalam setiap tahunnya berlangsung dengan khitmat. Peringatan yang dikemas dalam sebuah upacara pengibaran bendera Merah Putih terlihat menarik dan menyita perhatian publik.

Ketika, upacara yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Abdya itu berbeda dengan upacara peringatan lainnya, sebab, barisan peserta upacara umumnya dari kalangan laki-laki dan ditambah satu barisan khusus yang terdiri dari kalangan pejabat eselon II dan III, mulai dari para asisten, staf ahli, kepala Dinas, badan dan kantor serta para camat. Sementara kaum ibu menempati kursi yang disediakan dibawah tenda utama dengan mengenakan seragam kebaya putih.

Upacara yang dipimpin Sekda Abdya Drs Ramli Bahar dan bertindak sebagai Komandan Desi Aswita SIP, turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Abdya, Ny Yenni Elviza Jufri Hasanuddin, perwakilan kaum ibu dari sembilan kecamatan, ormas hingga mahasiswa.

Sekda Abdya, Drs Ramli Bahar, Senin (22/12) dalam kesempatan itu mengatakan, dengan adanya peringatan hari ibu terbukti adanya perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Peringatan hari ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan.

Perempuan masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.  Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, menjamin bahwa setiap warga negara Indonesia termasuk perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis.

Berkaitan dengan peran perempuan dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif khususnya pada tahun 2014 ini telah terlihat pada meningkatnya jumlah keterwakilan perempuan yang duduk dalam Kabinet Kerja.

“Dengan lebih banyaknya perempuan sebagai pengambil keputusan dalam kebijakan, diharapkan perwujudan hak-hak perempuan di Indonesia semakin dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ia mengharapkan, peringatan Hari Ibu Ke-86 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Melalui peringatan ini, kita dapat lebih memahami dan menghargai jasa-jasa seorang ibu yang telah memberikan didikan terbaik, sehingga menjadikan anaknya sosok yang baik. Oleh karenanya jangan berhenti menghargai jasa ibu dan teruslah berbuat baik kepadanya,” pungkasnya. (Red/Zal)