Warga Aceh Barat Minta Jalan Amlas Diperbaiki

45
Warga Pedalaman Aceh Barat Minta Jalan Utama Diperbaiki

Warga Pedalaman Aceh Barat Minta Jalan Utama Diperbaiki
Warga Pedalaman Aceh Barat Minta Jalan Utama Diperbaiki

MEULABOH | DiliputNews.com – Warga pedalaman di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, meminta pemerintah segera memperbaiki jalan utama yang mengalami rusak berat, sehingga menyebabkan lumpuhnya perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Pante Ceuremen, Sulaiman di Meulaboh, Jumat mengatakan sepanjang 20 meter badan jalan penghubung antar lima desa amblas ke sungai diterjang banjir besar, dan sampai saat ini belum bisa dilewati.

“Warga sampai saat ini masih menggunakan jalan alternatif dengan kayu, kalau ada pengendara roda dua yang lewat maka harus membayarkan uang pengguna jasa jalan Rp2.000 per kendaraan,” katanya.

Jalan yang sebelumnya permanen tersebut tepatnya berada di kawasan Desa Pulo Tengoh-Ketambang Kecamatan Pante Ceureumen, warga berharap jalan itu masuk dalam program pembangunan dana APBN bantuan bencana alam untuk Aceh senilai Rp1,4 triliun.

Banjir besar yang melanda Aceh Barat pada awal November 2014, selain merusak rumah penduduk, tidak sedikit juga infrastruktur yang rusak seperti jalan dan jembatan, namun untuk kawasan tersebut belum ada penangganan.

Sebut Sulaiman, jalan darurat digunakan masyarakat pedalaman tersebut dibangun di atas lahan pertanian masyarakat, hal ini juga menjadi persoalan kontroversi masyarakat setempat dalam penarikan retribusi jasa jalan.

“Warga di sini juga tidak bisa berbuat banyak, aktivitas bekerja terganggu, hanya mengharapkan bantuan pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan atau membuat jalan lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, pascabanjir melanda 12 kecamatan di Aceh Barat tim teknis serta unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun namun tidak bisa memperbaiki karena membutuhkan dana besar karenanya dilakukan pendataan kerusakan untuk rencana program pembangunan.

Karena itu, kata Sulaiman, sampai saat ini warga berada dalam Desa Sikundo, Keutambang, Canggai dan Lawet masih merasakan hidup tertekan oleh terganggunya aktivitas, ditambah lagi adanya pungutan retribusi jasa jalan setiap melintas menggunakan jalan utama tersebut.

Pemerintah daerah diharapkan tidak lamban menangani persoalan di tengah masyarakat ini, apalagi produksi palawija serta sayuran produksi petani yang menjadi sumber perekonomian masyarakat setempat sulit untuk dipasarkan.

“Bila ini tidak segera diperbaiki kasihan masyarakat petani, setahu kami Pemerintah Aceh mendapat dana bantuan bencana alam dari pusat, harusnya jalan ini mendapat prioritas,” katanya menambahkan.(red/ant)