Santri Dayah Ikut Lomba Tilawah Qutub di Abdya

oleh
Santri Dayah Ikut Lomba Tilawah Qutub di Abdya
Santri Dayah Ikut Lomba Tilawah Qutub di Abdya
Santri Dayah Ikut Lomba Tilawah Qutub di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Sebanyak 44 peserta santri Dayah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti kegiatan Tilawah Qutub dan Sayembara Baca Kitab Kuning yang digelar Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Kabupaten setempat yang berlangsung di Aula Mesjid Jamik Baitul Adhim, Blanngpidie selama 4 hari berturut-turut dari Rabu (3/12) sampai dengan Sabtu (7/12).

Kepala BPPD Abdya, Yusan Sulaidi, dalam laporannya mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia para santriwan dayah dalam Kabupaten Abdya, agar memahami kitab kuning yang merupakan rujukan para santriwan dalam mempelajari Ilmu Agama Islam yang mencakup seluruh aspek tuntunan Agama Islam.

Disebutkan, pelaksanaan kegiatan itu selama 4 hari mulai Rabu (3/12) hingga Sabtu (7/12) mendatang, dengan melibatkan 44 orang peserta dari dayah dalam Kabupaten Abdya dan sebagai Dewan Juri (Dewan Hakim) sebanyak 10 orang dari tengku dayah diantaranya, Tgk. Nawi Hakimis, Tgk. H Baihaqi Daud, Tgk. M Dahlan, Tgk. Mansur Yani, Tgk. Azhar Hasan, Tgk. Jannatul Alwi, Tgk. Alfata Usman, Tgk. Junaidi Rais, Tgk. Irfan Wahyudi dan terakhir Tgk. Asmudi.

Lebih lanjut, dalam laporan Yusan, Kegiatan tersebut, memperlombakan 3 Cabang lomba yaitu Cabang Lomba Fathul Qarib, Cabang Lomba Fathur Mu’in dan Cabang Lomba Mahalli. “Pemenang nanti akan dikirim untuk mengikuti ajang perlombaan di Provinsi pada tahun 2015 mendatang dan kepada pemenang nanti kita akan memberikan piala beserta uang,” demikian singkatnya.

Acara yang mengambil tema, kita tingkatkan sumber daya manusia santriwan dalam membaca dan memahami kitab kuning itu, dibuka oleh Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Drs Hanafiah AK MM. Dalam sambutannya Hanafiah menyampaikan, Musabaqah Tilawah Qutub merupakan ajang prestasi bagi kalangan santri yang memiliki kualifikasi dan pendalaman isi kitab kuning.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi pemetik dan daya dorong kuat bagi santri untuk mempelajari dan mengkaji ilmu-ilmu Islam,” paparnya.

Disamping itu juga, lanjut Hanafiah, Musabaqah ini bisa memperkuat fungsi pesantren yakni melestarikan warisan pengetahuan Islam yang diperoleh secara turun temurun dari generasi ke generasi serta meningkatkan peran pesantren dalam mencetak kader ulama yang berkarakter luhur dan memiliki kapasitas keilmuan tinggi.

Kitab kuning dalam pendidikan Agama Islam merujuk pada kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran Agama Islam (Dirasah Al-Islmiyah) yang diajarkan pada pondok-pondok pesantren, mulai dari Fiqh, Aqidah, Akhlak/Tasawuf, Tata Bahasa Arab, Tafsir Hadits hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan.

“Sekali lagi, melalui pembacaan dan pengkajian kitab kuning ini, kita harapkan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah akan menjadi ruh dan jiwa yang menggerakkan kehidupan pesantren dari dulu, sekarang dan masa yang akan datang,” kata Hanafiah lebih lanjut. (Red/Zal)