Pemkab Aceh Barat Petakan Lokasi Pertambangan Rakyat

241
Pertambangan Rakyat / Ilustrasi

Pertambangan Rakyat / Ilustrasi
Pertambangan Rakyat / Ilustrasi

MEULABOH | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh akan membuat pemetaan wilayah pertambangan emas rakyat guna meningkatkan kemandirian perekonomian rakyat setempat.

Kepala Bidang Pertambangan Umum pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh Barat Irna Agustina di Meulaboh, Kamis (20/11) mengatakan selama ini ada kelompok penambangan emas illegal di Kecamatan Sungai Mas mengunakan peralatan setara perusahaan untuk mengarap emas.

“Jangan sampai aktivitas penambangan emas illegal terulang, mereka awalnya hanya tambang rakyat tapi sudah mengunakan peralatan setara perusahaan, ini akan merusak lingkungan, karena itu akan kita buat pemetaan tambang emas rakyat,”katanya.

Usai menghadiri acara pertemuan Forum Bersama (FORBES) Tambang Aceh Barat Irna Agustina menjelaskan, apabila sudah ada pemetaan tambang rakyat maka akan mudah terkontrol seperti kriteria luas lahan dan peralatan digunakan serta mudah untuk dibina.

Selain itu kata dia, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) seperti endapan material emas dikawasan itu sama sekali tidak dilarang selama masyarakat setempat tidak melakukannya secara besar-besaran sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Sebut Irna, pertambangan rakyat secara tradisional memiliki lahan seluas 1-2 hektar dengan mengunakan peralatan dibawah 2 PK. Penambangan emas demikian meskipun merusak lingkungan akan tetapi kerusakan itu dapat dipulihkan secara alami.

“Ada hak-hak masyarakat mengelola sumber daya alam, jadi coba kita petakan kembali dengan membuat wilayah pertambangan rakyat sekalian dilengkapi dengan izin pemerintah,”tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, di Kabupaten Aceh Barat tercatat hanya delapan perusahaan tambang yang legal beroperasi dan empat diantaranya sudah operasi produksi serta berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama 2014, pihaknya masih dalam tahap merapikan kembali tertib administrasi seluruh perusahaan bergerak disektor tambang dan ditargetkan pada program kerja 2015 seluruhnya akan dibina menyadarkan menyetor kewajiban dan laporan mereka tepat waktu.

Kata dia, meskipun sampai saat ini ada kelompok masyarakat yang beraktivitas melakukan pengambilan emas secara tradisional seperti “indang emas” tidak mengapa malahan dianggap lebih baik ketimbang diambila alih oleh perusahaan yang akses kerusakan lingkungan sangat besar.

“Saya lebih sepakat bila masyarakat mengambil emas secara indang atau secara kecil-kecilan ketimbang dikelola oleh perusahaan yang dapat merusak lingkungan, resiokonyakan masyarakat juga,”katanya menambahkan.(red/ant)