Jasa Angkutan Umum Aceh Barat Naikkan Tarif

30
Jasa Angkutan Umum Aceh Barat Naikkan Tarif

Jasa Angkutan Umum Aceh Barat Naikkan Tarif
Jasa Angkutan Umum Aceh Barat Naikkan Tarif

MEULABOH | DiliputNews.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) berencana menaikan tarif sebesar 36 persen atau setara Rp20.000 untuk segala jenis angkutan darat umum di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menyusul naiknya harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar.

“Besaran ini masih rencana, mungkin dalam minggu ini juga kita sesuaikan, tapi untuk hari ini kita masih berpedoman pada tarif lama karena pasca kenaikan harga BBM kami belum lagi rapat,” kata Ketua Organda Aceh Barat Thantawi di Meulaboh, Selasa.

Dia menjelaskan, pascakenaikan premium Senin (17/11) malam, belum terlihat ada reaksi berarti dari para sopir mini bus L-300 ataupun pengusahan jasa angkutan menyikapi kepetusan pemerintah pusat itu.

Meskipun demikian dirinya tidak berani menjamin tidak akan ada aksi protes seperti mogok masal ataupun menuntut kenaikan tarif yang lebih setimpal dari penyesuaian harga BBM oleh seluruh sopir dan pengusaha jasa angkutan darat di terminal Bus Meulaboh.

Thantawi menyebutkan, pemerintah dimintakan menjamin persoalan angkutan tetap normal dengan memberikan subsidi khusus kepada angkutan darat sehingga ada kearifan dari dampak kenaikan itu.

“Bila BBM naik tentunya tarif juga naik, tapi bila inggin tarif tetap normal artinya subsidi untuk mobil aungkutan darat tetap diprioritaskan lebih besar sehingga tidak dirasakan dampaknya oleh penguna jasa,” tegasnya.

Sementara itu setelah BBM resmi dinaikan Rp2.000/liter, harga enceran premium di seputar Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tembus seharga Rp12.000 per botol (isi satu liter lebih), biasanya dijual rata-rata Rp9.000 per botol.

Para pedangan enceran masih dapat membeli BBM jenis bensin di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan harga baru yakni premium jenis bensin Rp8.500 per liter sementara bio solar Rp6.500 per liter.

“Kalau solar kami tidak jual, hanya bensin untuk kebutuhan kendaraan roda dua, dulu satu botol seharga Rp10 ribu, atau juga ada dalam ukuran Rp8.000,” kata Salwati, pedagang enceran di Jalan Sisinga Maga Raja, Lapang, Aceh Barat.

Sementara pascakenaikan BBM juga berdampak pada kenaikan harga jual elpiji 3 kilogram di tingkat pedagang kios yang tidak memiliki legalitas dari pemerintah. Semula elpiji 3 kg dijual Rp20.000 per tabung saat ini sudah Rp22.000 per tabung.(red/ant)