Ribuan Warga Abdya Tuntut Definitifkan Desa Persiapan

oleh
Ribuan Warga Abdya Tuntut Bupati Jufri Definitifkan Desa Persiapan
Ribuan Warga Abdya Tuntut Bupati Jufri Definitifkan Desa Persiapan
Ribuan Warga Abdya Tuntut Bupati Jufri Definitifkan Desa Persiapan

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Ribuan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gampong Persiapan (ALMAGAP) dari 20 Gampong (Desa) Persiapan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran ke Kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (13/11).

Sebelum menuju Kantor Bupati Abdya, dengan menaiki puluhan Truk dan Pick Up, sejumlah massa baik laki-laki maupun perempuan, berkumpul di Lapangan Persada, Blangpidie, dalam rangka mendengar arahan dari Koordinator Lapangan (Korlap) sekaligus membacakan pernyatan sikap berupa tuntutan kepada Bupati Abdya Jufri Hasanuddin agar mendefinitifkan 20 Gampong Persiapan di Abdya termasuk kepada anggota DPRK Abdya.

Korlap ALMAGAP, Said Fahmi, warga Desa Persiapan Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya, yang dijumpai Wartawan, mengatakan, dalam unjuk rasa ini pihaknya akan mendesak Pemerintah setempat agar segera mendefinitifkan gampong persiapan, selanjutnya juga meminta kepada Bupati supaya Gubernur Aceh dapat mengeluarkan rekomendasi tentang status gampong tersebut.

Fahmi mengaku, untuk transfortasi dan konsumsi mereka tidak didanai oleh siapapun, malahan ini merupakan inisiatif dan swadaya masing-masing gampong persiapan. “Ini murni kerelaan pribadi agar gampong persiapan segera didefinitifkan,” singkatnya.

Amatan dilapangan, para pendemo membawa selebaran yang bertulis. “Untuk apa MoU, untuk apa UUPA, kalau nasib Gampong Persiapan tidak diselesaikan,” Pak Bupati dan Pak Dewan sadar dan sadarlah… Masyarakat gampong persiapan juga memilihmu, tolong hargai itu,” Desa kami sudah terdaftar di Kemendagri tinggal niat baik pak Bupati saja, dan masih banyak selebaran kertas karton bertuliskan tuntutan terhadap Bupati.

Setelah menunggu lama didepan Kantor Bupati Abdya, aksi unjuk rasa semakin panas malahan masa ada yang mulai berkeinginan untuk menerobos masuk kantor Bupati meskipun dijaga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota huru hara dari Polres Abdya, namun upaya itu dapat diredam setelah beberapa anggota DPRK Abdya termasuk Ketua Sementara Zaman Akli dan beberapa anggotanya tiba ditengah-tengah pendemo untuk menenangkan massa.

Perang Mulut Dengan Bupati

Saat berhadapan dengan para pendemo, Bupati Jufri disambut dengan sorakan dan teriakan serta hujatan dari massa, teriakan serta sorakan itu disambut oleh Bupati Jufri dengan sahutan “Allahuakbar” sebanyak 3 kali.

Namun keributan suara massa tidak mampu diredam, akhirnya Bupati Jufri sempat perang mulut dengan para pendemo hingga muka bupati memerah ditambah lagi cuaca yang sangat panas. Tapi Bupati tetap mengupayakan untuk menenangkan massa, tapi massa menolak Bupati untuk berbicara.

“Saya sudah berulang kali menjelaskan kepada seluruh Kepala Desa (Keuchik) persiapan, namun kemungkinan terputus informasi dari keuchik kepada warga,” elak Bupati Jufri dengan menyalahkan keuchik-keuchik desa persiapan.

Dengan didampingi, Ketua DPRK Sementara Zaman Akli, Sekda Abdya Drs Ramli Bahar dan para anggota Dewan, Bupati Jufri menyanggah tuntutan pendemo dengan membacakan kronologis pembentukan desa persiapan mulai tahun 2008-2009 lahir sebuah peraturan. Sayangnya lagi-lagi massa tidak mau mendengar, akhirnya Bupati langsung mengeluarkan kata-kata.

“Saya mintak kesempatan 20 menit, kalau tidak mau mengacu pada aturan silahkan buat negara sendiri,” ungkapnya dengan nada marah

Demi menenangkan massa, Bupati Jufri menerima permintaan massa dan secepatnya akan dilakukan pembentukan qanun.

“Saya akan membuat qanun ini secepatnya, ketika alat kelengkapan DPRK sudah ditetapkan,” ujarnya.

Setelah membacakan surat Gubernur Aceh, mengenai mohon petunjuk terkait gampong persiapan Abdya, yang ditujukan kepada Menteri dalam Negeri c.q Dirjen PMD Kemendagri di Jakarta, tanggal 06 November 2014.

Bupati Jufri langsung meminta kepada Asisten Pemerintahan Sekdakab Abdya untuk segera membuat surat pernyataan. “Hari ini akan segera saya teken surat tersebut,” kata Bupati Jufri lebih lanjut.

Selesai jeda 15 menit, Bupati Jufri langsung naik ke atas mobil Pick Up milik massa pendemo untuk membacakan surat pernyataan sikap, selanjutnya Massa membubarkan diri. (Red/Zal)