Tidak Lulus Kontrak, 3.803 Tenaga non PNS Abdya Menganggur

oleh
Tidak Lulus Kontrak, 3.803 Tenaga non PNS Abdya Menganggur
Tidak Lulus Kontrak, 3.803 Tenaga non PNS Abdya Menganggur
Tidak Lulus Kontrak, 3.803 Tenaga non PNS Abdya Menganggur

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Dari 5.378 orang yang mengikuti tes kontrak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hampir memasuki dua tahun yang lalu, sebanyak 1.575 orang dinyatakan lulus dalam pengumuman tes kontak, pada Selasa (4/11) yang dipajang pada papan informasi Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) setempat.

Berdasarkan jumlah yang lulus tersebut, sebanyak 3.803 orang warga Abdya resmi menjadi pengangguran dan menunggu janji Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin yang akan memberikan lahan karet terhadap bakal calon tenaga kontrak yang tidak lulus.

Hal itu dikutip dari pernyataan Bupati Jufri kepada sejumlah wartawan, pada Senin 21 Januari 2013 lalu diruang kerjanya. Kata Bupati Jufri, pemerintah setempat sudah memprogramkan pembukaan areal kebun karet. “Lahan kebun karet yang dibuka itu dikelola Pemkab selama tiga tahun, kemudian diserahkan kepada mereka seluas 1 haktare per orang agar mereka memiliki masa depan dari usaha kebun karet yang dimilikinya tersebut,” ujarnya

Seorang calon tenaga kontrak Abdya yang tidak lulus ketika dikonfirmasi Wartawan, hanya bisa pasrah dan tidak berkecil hati, sebab menurutnya semoga saja pemerintah akan membuka lapangan kerja baru lagi untuk bagi yang tidak lulus kontrak. “Kita berharap pemerintah Abdya mampu menciptakan lapangan kerja untuk kami yang tidak lulus ini,” singkatnya sambil mengabaikan pertanyaan wartawan selanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari Maret 2013 lalu tes rekrutmen tenaga kontrak dilakukan baru saat ini diumumkan, sehingga menimbulkan kekecewaan dari masyarakat setempat. Beberapa tanaga honorer yang tidak lagi memiliki pekerjaan meminta ketegasan Pemkab Abdya untuk segera mengumumkan hasil tes ulang tersebut sehingga ribuan honorer tidak terkatung-katung. Sebagian lainnya menilai Pemkab Abdya sudah bingung akibat perencanaan kurang matang terhadap kebijakan tes ulang terhadap ribuan tenaga honorer. Sebab, dengan dirumahkan ribuan tenaga honorer, berdampak buruk terhadap pelayanan di sejumlah instansi pemerintahan setempat.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Abdya, Edi Daryanto SE, yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (4/11) mengatakan, hasil pengumuman tes itu dikeluarkan berdasarkan arahan pimpinan daerah, mengingat ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dan pada hari ini hasil tersebut sudah keluarkan.

“Dari jumlah keseluruhan yang dinyatakan lulus tersebut, 1.186 dari kalangan tenaga bhakti, kontrak dan honorer, sedangkan sisanya 389 merupakan dari kategori umum,” sebut Edi.

Mereka yang dinyatakan lulus tersebut, lanjut Edi, diwajibkan untuk mendaftar ulang guna memastikan kembali keberadaannya, sehingga nama-nama yang tercantum dalam pengumuman itu benar-benar berkeinginan menjalankan tugas dimanapun ditempatkan.

Untuk itu, BKPP memberikan waktu sepekan untuk mendaftar ulang dimulai pada 6-12 November 2014 dengan ketentuan yang terlampir dalam pengumuman itu.

“Awal Desember 2014 mendatang mereka sudah mulai menjalankan tugasnya pada instansi masing-masing. Kita terus memantau keaktifan mereka selama menjalankan tugas dengan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali ke instansi dimana mereka ditempatkan. Kalau memang mereka bernilai produktif, tentunya akan tetap dipertahankan, namun sebalikanya terpaksa kita berhentikan,” terangnya.

Lebih lanjut Edi menerangkan, saat ini BKPP Abdya sedang mempersiap peraturan bupati (Perbup) dan perjanjian kerja terkait dengan kelulusan pegawai non PNS itu.

Pantauan di lapangan, BKPP Abdya sejak dikeluarkannya pengumuman kelulusan pegawai non PNS tersebut, tidak berselang lama kantor dimaksud langsung didatangi ribuan warga setempat yang dulunya mengikuti tes guna memastikan hasilnya. (Red/Zal)