Warga Bersihkan Lumpur Akibat Banjir di Abdya

50
Warga Bersihkan Lumpur Akibat Banjir di Abdya

Warga Bersihkan Lumpur Akibat Banjir di Abdya
Warga Bersihkan Lumpur Akibat Banjir di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pasca terjadinya musibah banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya sejak Sabtu (1/11) lalu, kini mulai beransur surut, begitu juga 115 kepala keluarga (KK) di Desa Panton Makmur, Kecamatan Manggeng, yang mengungsi sudah kebali kerumahnya untuk membersihkan sisa lumpur akibat banjir.

“Air mulai surut, sehingga warga yang sebelumnya mengungsi karena banjir, sekarang telah kembali ke kediaman masing-masing. Demikian juga, logistik untuk para korban banjir telah disalurkan,” sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Empi Syahril, Senin (3/11).

Berdasarkan hasil pantauan BPBK dan tim gabungan dari SAR, RAPI, TNI/Polri, sejauh ini belum ditemukan infrastruktur bangunan milik pemerintah ataupun rumah masyarakat yang rusak berat akibat diterjang banjir. Hanya saja, sejumlah kawasan pemukiman warga yang letaknya lebih rendah hingga saat ini masih digenangi air, namun ketinggian air terus berangsur surut.

“Baru saja kita menerima informasi dari warga di kawasan Lembah Sabil, bahwa air kembali naik dan merembes ke pemukiman warga Ujung Tanah dan Gelanggang Batu. Air tersebut merupakan luapan dari daerah aliran sungai (DAS) Krueng Baru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan, pagi ini kita survei ke lapangan untuk memastikan kondisi warga setempat,” terangnya.

Lokasi terparah dilanda banjir untuk kawasan Abdya diantaranya di Kecamatan Manggeng yaitu kawasan Lhok Paoh dimana tercatat 115 KK terpaksa harus mengungsi, juga di kawasan Dusun Kubang Gajah, pemukiman penduduk lokasi terpencil dan lokasi rawan banjir di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot yang sudah menjadi langganan banjir.

Selain itu, longsor akibat tingginya curah hujan juga melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Lembah Sabil tepatnya di Desa Alue Trieng Gadeng dan di Desa Alue Rambot Kecamatan Jeumpa.

“Hingga saat ini kita belum menerima laporan dari warga kalau ada rumah mereka yang rusak akibat banjir, kita bersama tim gabungan terus memantau setiap lokasi, guna memastikan kondisi pemukiman warga pasca banjir kemarin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Empi mengingatkan kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, sebab hingga Senin (3/11) wilayah Abdya dan sekitar masih dalam cuaca ekstrem dan sangat membahayakan warga yang bermukim di kawasan DAS serta di wilayah yang lebih rendah.

Umumnya, banjir yang melanda wilayah Abdya merupakan banjir yang disebabkan oleh luapan air sungai. Berdasarkan hasil pantauan, kondisi sejumlah DAS seperti Kreung Babahrot, DAS di kawasan Kuala Batee, Jeumpa, Kreung Beukah Blangpidie yang bermuara ke Susoh, DAS di Kecamatan Setia, Kecamatan Tangan-Tangan, Kreung Manggeng hingga Kreung Baru di Kecamatan Lembah Sabil penuh dengan air berwarna keruh.

“Banjir ini disebabkan karena luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air dari pegunungan ditambah lagi hujan deras yang tidak kunjung reda. Oleh karenya, warga diharapkan untuk tetap berhati-hati dengan kondisi lingkungan sekitar, sebab bencana itu datangnya tiba-tiba jadi sangat membahayakan keselamatan jiwa,” jelasnya. (Red/Zal)