Hujan Guyur Abdya, Ribuan Rumah Terendam Banjir

oleh
Hujan Guyur Abdya, Ribuan Rumah Terendam Banjir
Hujan Guyur Abdya, Ribuan Rumah Terendam Banjir
Hujan Guyur Abdya, Ribuan Rumah Terendam Banjir

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Sudah menjadi langganan, apabila hujan deras, daerah aliran sungai (DAS) sungai (Krueng) Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan meluap hingga membanjiri pemukiman warga sekitar. Sungai tersebut membatasi dua wilayah antara Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil.

Kewaspadaan terus ditingkatkan oleh warga setempat yang berada dipinggir DAS Krueng Manggeng, yakni dengan menyelamatkan sejumlah barang-barang untuk diletakkan pada tempat yang lebih tinggi, sebab air akan mudah masuk kedalam rumah warga hingga ketinggian lutut orang dewasa.

Kaiman (48) warga Desa Tengah, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya, saat dijumpai Wartawan, Sabtu sore (1/11) mengatakan, dalam tahun ini, belum sekalipun terjadi banjir, kecuali hujan digunung seharian, maka sudah pasti air sungai akan meluap. “Sebelum air masuk kedalam rumah, saya sudah membereskan sejumlah barang-barang dagangan agar tidak basah,” sebut Kaimah seorang penjaga kios di desa setempat.

Bukan hanya Kaimah saja yang kuatir, warga lainnya yang bermukim sepanjang DAS Krueng Manggeng juga terus meningkatkan kewaspadaannya. “Sepertinya hujan tidak reda-reda, dipastikan ketinggian air sungai akan terus bertambah, kami kuatir air akan terus bertambah,” kata warga lain yang sedang belanja di toko Kaimah.

Sementara itu, Camat Kecamatan Manggeng, Nasmadi yang dihubungi terpisah melaporkan bahwa sebahagian daerah diwilayahnya, sudah digenangi air akibat luapan DAS Krueng Manggeng, seperti di Desa Blang Manggeng, Sejahtera, Tokoh dan Pante Raja. “Kita sedang keliling melihat pemukiman warga yang terparah, untuk kondisi itu kita berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) agar meninjau kelokasi tersebut,” tuturnya.

Dikatakan Nasmadi, meski ada beberapa desa yang sudah membangun tanggul pengaman banjir, tetapi masih ada juga desa yang belum membuat tanggul tersebut, sehingga dengan mudah luapan air sungai masuk kerumah warga setempat. “Kedepan kita akan upayakan semua desa dibuat tanggul pengaman banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBK Abdya Empi Syafril, diwaktu yang sama, membenarkan tentang luapan air sungai memasuki pemukiman warga, termasuk sejumlah jalan raya, seperti di wilayah jalan nasional Desa Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, sebahagian Kecamatan Manggeng dan Desa Suak Nibung Kecamatan Tangan-Tangan, sementara untuk daerah lain belum terpantau.

“Saat ini kita terus pantau lokasi yang sengkiranya rawan banjir, hujan semakin deras dipastikan air sungai akan meluap dengan sendirinya, kita sudah menerima laporan dari Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng dan Tangan-Tangan terkait adanya rumah warga yang digenangi air, sementara masih ada kecamatan lain yang belum terpantau,” terangnya.

Disamping itu, lanjut Empi, pihaknya mengajak warga untuk dipindahkan dari lokasi banjir, mengingat hujan semakin deras dan tak kunjung reda. “Kita saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan kepala desa dan warga untuk melakukan evakuasi, namun sejauh ini belum ada warga yang mau di evakuasi dan memilih untuk menyelamatkan barangnya,” kata empi singkat.

Mengenai bantuan masa panik, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnakertran) Ahmad Adami, mengatakan, kalau pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap sejumlah rumah warga yang tergenang air. “Kita sedang mendata dan kita juga sudah menyediakan kendaraan yang dilengkapi dengan bantuan masa panik, demi menjaga-jaga apabila dibutuhkan,” singkatnya. (Red/Zal)