BPPD Aceh Sosialisasi Kurikulum Dayah di Abdya

21
BPPD Aceh Sosialisasi Kurikulum Dayah di Abdya

BPPD Aceh Sosialisasi Kurikulum Dayah di Abdya
BPPD Aceh Sosialisasi Kurikulum Dayah di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah(BPPD) Provinsi Aceh, Drs Bustami Usman SH,M.Si melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Santri BPPD Aceh, Drs Muhammad Nasir menyampaikan, pendidikan dayah mempunyai peran penting dalam masyarakat, bahkan dinilai mempunyai andil untuk melahirkan sosok ulama yang intelektual dan berperan aktif dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Kurikulum dan Silabus Dayah Tahun 2014 Rayon III di Aula Arena Motel, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (29/10) yang juga dihadiri perwakilan Dayah dari Aceh Selatan, Nagan Raya dan Simeulu.

Kegiatan yang dibuka langsung Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Abdya, Drs Nafis A Manaf MM itu, Muhammad Nasir menjelaskan, Pemerintah Aceh terus melaksanakan upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan dayah, karena pendidikan dayah ditengah-tengah masyarakat semakin dibutuhkan.

Pada tahun 2010, lanjut Muhammad Nasir, Pemerintah Aceh telah menetapkan tim penyusun kurikulum Dayah untuk menyusun draf yang berstandar dan diberlakukan secara menyeluruh di seluruh Dayah yang ada di Aceh, yaitu dengan dikeluarkannya peraturan Gubernur Aceh nomor 47 tahun 2010 tentang pendidikan Dayah itu maka semakin memperjelas peran Dayah ditengah-tengah masyarakat Aceh.

“Atas nama Pemerintah Aceh saya sangat berharap kegiatan sosialisasi ini akan melahirkan sebuah kurikulum yang berstandar dan seragam sehingga nantinya Ijazah alumni Dayah Aceh dapat diakui legalitasnya ditingkat Nasional,” singkatnya.

Sementara Nafis A Manaf dalam sambutan pembukaan, menyebutkan, Dayah masih menjadi salah satu harapan dalam mengembangkan misi teologis dan pengembangan intelektual. Sebagai pusat transisi ilmu-ilmu Islam dan pusat reproduksi ulama, Dayah harus mempertahankan tradisi dan tata nilai yang relavan.

“Untuk mendukung pengembangan SDM, Dayah harus bekerjasama dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah, sehingga dapat menguatkan dukungan terhadap eksistensi Dayah sebagai bagian integral dalam penyiapan SDM yang berkualitas,” tutup Nafis. (Red/Zal)