Puluhan Warga Aceh Barat Terjangkit Malaria

29
Puluhan Warga Aceh Barat Terjangkit Malaria

Puluhan Warga Aceh Barat Terjangkit Malaria
Puluhan Warga Aceh Barat Terjangkit Malaria

MEULABOH | DiliputNews.com – Sedikitnya 33 warga pedalaman Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, positif terjangkit wabah malaria yang disebabkan oleh lingkungan kotor pasca dilanda banjir beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Blang Teungoh, Kecamatan Panton Reu Abu Bakari di Meulaboh, Jumat (24/10/2014) mengatakan, pasca dilanda banjir warga setempat mendadak demam masal, setelah dilakukan pemeriksaan medis hampir seluruhnya positif terjangkit malaria.

“Demam warga setelah banjir kemarin melanda beberapa kecamatan termasuk kami disini Panton Reu, sudah dicek ke Puskesmas warga positif malaria, mungkin karena lingkungan masih kotor,” katanya.

Hal itu disampaikan disela-sela kedatangan tim mikrospis dan surveylans malaria dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam rangka program eliminasi malaria Kabupaten Aceh Barat 2015, terfokus di Desa Blang Teungoh dan Meutulang Kecamatan Panton Reu.

Kedatangan tim tersebut untuk melakukan pemeriksaan lingkungan dan kesehatan warga pasca dilanda banjir. Setelah melakukan pengecekan darah warga dan uji sample lingkungan ditemukan tumbuh jentik nyamuk dan warga positif terjangkit malaria, pihak medis memintakan warga setempat berstatus waspada.

Kasi Pencegah Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Aceh Barat Asmudin mengatakan, bahwa sudah ada 33 warga yang positif terjangkit wabah malaria karena lingkungan masyarakat belum dibersihkan pasca banjir pada pekan lalu.

“Jentik nyamuk malaria ini juga kita temukan dibeberapa wilayah lain yang terkena imbas banjir, karena itu kita mengimbau warga agar membersihkan lingkungan sehingga jentik nyamuk tidak menyebar lebih luas,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tanpa mengeluarkan biaya warga setempat dapat mencegah penyebaran wabah malaria dengan gotong royong membersihkan perkarangan karena dari hasil kajian lingukungan setempat ditemukan jentik nyamuk malaria.

Selain Kecamatan Panton Reu, tim mikrospis dan surveylans malaria menemukan kawasan lain tengah meluas serangan nyamuk mematikan itu seperti Kecamatan Woyla Raya dan Woyla Timur, kawasan ini juga rentan dilanda banjir saat musim penghujan.

“Warga kita mintakan untuk aktif gotong royong membersihkan lingkungan, nyamuk malaria ini adalah musuh kita bersama yang harus dibasmi bersama, jangan sampai menyerang orang lain atau kawasan lain,” katanya menambahkan.(Red/Ant)