Seratusan Pedangang Demo Balai Kota

33
Seratusan Pedangang Demo Balai Kota

Seratusan Pedangang Demo Balai Kota
Seratusan Pedangang Demo Balai Kota

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Seratusan pedagang Pasar Atjeh, Banda Aceh, berdemonstrasi di balai kota setempat, menuntut Wali Kota Banda Aceh mencabut larangan parkir di Jalan Diponegoro.

Sebelum berunjuk rasa di Balai Kota Banda Aceh, Selasa (21/10), massa yang kecewa dengan kebijakan larangan parkir tersebut sempat memblokir Jalan Diponegoro.

Setelah memblokir ruas jalan di pusat perbelanjaan tradisional di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, massa berjalan kaki menuju Balai Kota Banda Aceh. Jarak Pasar Atjeh dengan balai kota sekitar dua kilometer.

Saat melintasi Jalan Diponegoro, massa mengajak pedagang lainnya menutup toko tempat jualannya dan bergabung dengan mereka menuju tempat Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal berkantor.

Seratusan pedagang Jalan Diponegoro Pasar Atjeh tersebut dikawal ketat aparat kepolisian sepanjang perjalanan mereka menuju Balai Kota Banda Aceh, Aksi massa pedagang tersebut sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Ridwan, seorang pengunjuk rasa dalam orasinya, mengatakan, mereka datang ke kantor tersebut menuntut Wali Kota Banda Aceh mencabut larangan parkir di Jalan Diponegoro.

“Larangan ini menyebabkan masyarakat enggan berbelanja di Jalan Diponegoro. Padahal, Jalan Diponegoro sejak dulu pusat perbelanjaan tradisional di Kota Banda Aceh,” kata dia.

Akibat larangan ini, kata dia, ribuan pedagang di Jalan Diponegoro dan Pasar Atjeh bakal kehilangan pembeli. Sebab, masyarakat tidak mau lagi berbelanja karena adanya larangan parkir.

“Wali kota tidak memihak rakyat. Setelah ini dilarang dan pedagang lokal bangkrut, maka datang investor yang akan memonopoli perdagangan di Pasar Atjeh,” ungkap Ridwan.

Setelah menyampaikan orasinya, massa pedagang diminta mengirimkan wakilnya menjumpai Wali Kota Banda Aceh. Lalu beberapa pedagang melakukan pertemuan dengan Wali Kota yang tertutup untuk wartawan.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal usai bertemu dengan utusan pedagang mengatakan pertemuan tersebut belum membuahkan hasil.

“Belum ada hasil dari pertemuan dengan pedagang. Nanti saya akan mendatangi langsung pedagang di Jalan Diponegoro untuk mencari solusi masalah ini,” ungkap Hj Illiza Saaduddin Djamal.

Wali Kota juga mengaku tidak mengetahui adanya larangan parkir secara menyeluruh di Jalan Diponegoro tersebut. Larangan parkir ini seharusnya disosialisasikan dulu.

“Ini masalah sensitif. Kami akan menyelesaikan masalah ini. Misalnya, larangan parkir tersebut tidak secara menyeluruh. Yang jelas, larangan parkir ini untuk mengatasi kemacetan di kawasan Pasar Atjeh,” kata Hj Illiza Saaduddin Djamal.(Red/Ant)