Di Abdya, Cuaca Ekstrem Terus Melanda Hingga Penghujung Oktober

123
Di Abdya, Cuaca Ekstrem Terus Melanda Hingga Penghujung Oktober

Di Abdya, Cuaca Ekstrem Terus Melanda Hingga Penghujung Oktober
Di Abdya, Cuaca Ekstrem Terus Melanda Hingga Penghujung Oktober

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Cuaca ekstrem, hujan lebat diserta angin diperkirakan akan terus melanda wilayah pantai barat selatan Aceh hingga penghujung Oktober 2014 mendatang, termasuk wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Empi Syafril kepada Wartawan, Senin (20/10) via ponsel.

Empi menyebutkan, perkiraan cuaca itu berdasarkan surat edaran yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehingga hujan lebat, angin dan petir akan terus melanda wilayah tersebut.

Pascaterjadinya hujan lebat yang menyebabkan naiknya air ke sejumlah pemukiman warga di kabupaten itu pada Sabtu (18/10) lalu umumnya disebabkan karena tidak berfungsinya saluran air bahkan aliran sungai juga tidak lancar. Dengan kondisi hujan yang terus mengguyur, membuat air pada saluran air dan sungai meluap serta merendam pemukiman warga bahkan air juga merendam sejumlah titik badan jalan nasional.

Lokasi yang dinyatakan parah dengan tingkat kedalaman air lebih tinggi dari kawasan lain seperti di Desa Ladang Tuha II Kecamatan Lembah Sabil, Desa Tangah, Desa Blang Dalam Kecamatan Susoh, Babahlhok Kecamatan Blangpidie dan kawasan Gunung Samarinda Kecamatan Babahrot. Sedangkan dikecamatan lain, seperti di Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Jeumpa dan Kuala Batee tidak terlalu parah hanya berupa genangan air.

“Saluran air tidak berfungsi dan aliran sungai juga tidak lancar, sehingga membuat air dengan cepat naik dan merendam pemukiman warga, badan jalan dan areal persawahan. Rendaman air tidak berlangsung lama, sebab menjelang tengah malam hujan mulai reda,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPBK Abdya di lapangan, tidak ditemukan kerusakan seperti fasilitas umum, bangunan sekolah hingga areal persawahan maupun perkebunan warga. Selain itu, laporan kerugian akibat adanya genangan air dari warga ataupun pihak kecamatan juga belum ada.

“Yang kita khawatirkan adalah perumahan rakyat di Dusun Kubang Gajah Desa Ie Mirah Kecamatan Babahrot yang menjadi langganan banjir dengan ketinggian mencapai 100 cm. Namun diluar dugaan, kawasan tersebut aman,” ujar Empi.

Lebih lanjut dijelaskan, aktifitas warga hingga arus tranportasi di kawasan tersebut tetap berjalan normal, bahkan genangan air di lokasi-lokasi yang lebih rendah juga telah surut.

Guna mengantisipasi akan adanya banjir maupun genangan air akibat cuaca ekstrem, BPBK Abdya telah menyiapkan titik evakuasi dan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinyatakan rawan banjir dengan menjalin koordinasi dengan Tim SAR, Rapi serta Dinas Sosial.

“Kepada seluruh masyarakat diharapkan agar tetap waaspada dengan kondisi cuaca seperti ini. Masyarakat juga harus proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga jika terjadi hujan dengan intesitas yang tinggi, saluran air dapat dengan maksimal mengairi air hingga ke dalam sungai, sehingga tidak terjadi luapan air,” harapnya. (Red/Zal)