Pemkab Aceh Selatan Lambat Tangani Longsor

22
Pemkab Aceh Selatan Lambat Tangani Longsor

Pemkab Aceh Selatan Lambat Tangani Longsor
Pemkab Aceh Selatan Lambat Tangani Longsor

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, dinilai lambat menangani tanah longsor di ruas jalan nasional lintasan Banda Aceh – Medan (Sumatera Utara), sehingga mengganggu transportasi darat menuju lokasi objek wisata Air Dingin Kecamatan Sawang.

Supriadi, salah seorang warga saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa menyebutkan, Pemkab Aceh Selatan seperti membiarkan dan terkesan kurang tanggap merespon kondisi tanah longsor yang mengganggu pengguna jalan tersebut, apalagi saat ini dalam suasana Hari Raya Idul Adha dimana warga yang melintas cukup ramai.

Musibah tanah longsor yang terjadi Kamis (2/10) lalu itu serta menutupi setengah badan jalan, akibat hujan yang melanda wilayah itu dalam sepekan terakhir, sampai saat ini belum ditangani dinas teknis terkait.

Keterangan lain yang diperoleh, akibat longsor tersebut menyulitkan pengguna jalan melintas sehingga kondisi itu sangat rawan terjadinya laka lantas.

Supriadi menyatakan, seharusnya sejak sebelum hari raya tanah longsor itu harus sudah di bersihkan, tapi nyatanya sampai saat ini tumpukan tanah itu masih menutupi setengah badan jalan.

Karena itu, ia meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas teknis terkait segera membersihkan tanah longsor tersebut dari badan jalan agar lalu lintas transportasi dapat normal kembali.

“Tumpukan tanah longsor yang menutupi setengah badan jalan di lokasi objek Wisata Air Dingin tersebut telah berlangsung selama empat hari, namun sampai saat ini belum ditangani,” sesalnya.

Apalagi, ujarnya, setiap menyambut libur hari raya pengunjung yang ingin berlibur ke objek wisata Air Dingin selalu ramai. Namun, akibat masih ada nya tumpukan tanah akibat longsor tanah tersebut sangat mengganggu pengguna jalan yang hendak melintas.

Para pengguna jalan yang melintas dari arah Banda Aceh – Medan maupun sebaliknya terpaksa harus antri satu per satu. Kendaraan yang berlawanan arah khususnya roda empat saat berpapasan di lokasi tersebut terpaksa harus berhenti satu menunggu kendaraan lainnya lewat baru kemudian bisa melewati ruas jalan tersebut.

Beberapa warga yang dijumpai di lokasi mengatakan, jika tumpukan tanah yang menutupi setengah badan jalan tersebut tidak segera dibersihkan, maka kawasan itu sangat rawan akan terjadi laka lantas, karena dikhawatirkan akan kembali turun hujan.

Jika kembali diguyur hujan maka di kawasan tanah longsor tersebut sangat rawan, yakni selain jalanan akan licin juga tidak tertutup kemungkinan bakal kembali longsor mengingat dinding gunung di sisi badan jalan tersebut tanahnya sangat labil, tidak ada lagi pengikat di atasnya, katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Cut Syazalisma mengatakan, tanah longsor tersebut belum ditangani karena pihaknya mengaku tidak ada kewenangan untuk itu.

“Tanah longsor yang menutupi badan jalan di ruas jalan nasional lintasan provinsi, sehingga kami tidak ada kewenangan untuk menanganinya. Yang berwenang untuk itu adalah pihak provinsi,” ujar Cut Syazalisma.

Menurutnya, untuk merespon persoalan tersebut pihaknya mengaku telah memberitahukan persoalan tanah longsor itu kepada pihak PPK 12 yang saat ini sedang mengerjakan pembangunan jalan kontilever di pegunungan Tapaktuan.

“Persoalan itu telah kami sampaikan kepada pihak PPK 12, mungkin dalam beberapa hari ini tumpukan tanah segera akan dibersihkan,” pugkasnya.(Red/Ant)