Sebagian Masyarakat Aceh Selatan Idul Adha Sabtu

26
Shalat Ied Idul Adha / Ilustrasi

Shalat Ied Idul Adha / Ilustrasi
Shalat Ied Idul Adha / Ilustrasi

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan telah melaksanakan Shalat Idul Adha Sabtu (4/10) atau lebih cepat sehari dari penetapan pemerintah.

Berdasarkan pantauan, pelaksanaan Shalat Id itu berlangsung di Mesjid Taqwa Desa Batu Itam Kecamatan Tapaktuan, di Desa Kuta Buloh Satu dan Desa Kuta Buloh Dua, Kecamatan Meukek yang dipusatkan di halaman SD Muhammadiyah Desa Kuta Buloh Satu.

Kemudian, di Mesjid Desa Ie Dingen Meukek, di Mesjid At-taqwa Labuhan Haji Timur, di Mesjid Desa Kampung Pisang dan Desa Kampung Baru Kecamatan Labuhan Haji Tengah, dan di Mesjid At-taqwa Desa Panton Pawoh Kecamatan Labuhan Haji Barat.

Menurut keterangan yang diperoleh, mayoritas umat Islam yang melaksanakan Shalat Idul Adha hari ini di Kabupaten Aceh Selatan adalah warga Muhammadiyah. Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Aceh Selatan,

Suhaimi Shalihin mengatakan, mereka yang berhari raya kurban hari ini, berpatokan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Arafah, sehingga diyakini setelah itu adalah Hari Raya Idul Adha.

“Wukuf di Arafah sudah dilaksanakan Jumat (3/10) sehingga hari ini otomatis adalah tanggal 10 Dzulhijjah dan kita harus melaksanakan Shalat Idul Adha,” ujarnya.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha oleh sebagian warga Aceh Selatan itu terpantau berlangsung lancar dan tertib, meskipun kondisi cuaca sedikit mendung namun tidak menyurutkan tekat sebagian warga tersebut untuk tetap melaksanakan shalat.

Setelah melaksanakan Shalat Idul Adha, warga juga melaksanakan kurban, seperti yang terpantau di Desa Kuta Buloh Satu, setidaknya ada puluhan kambing dan belasan ekor sapi yang disembelih di halaman Mesjid Desa setempat.

Sementara itu, suasana atau pemandangan arus transportasi dalam Kabupaten Aceh Selatan terpantau sedikit lengang dari lalu lintas kendaraan bermotor.

Kondisi itu, disebabkan selain karena sebagian masyarakat merayakan Idul Adha juga sedang menyambut “meugang” yakni mereka disibukkan dengan rutinitas masing-masing menyambut hari raya Idul Adha yang secara nasional jatuh pada Minggu (5/10).

Salah seorang warga Kecamatan Meukek, Supriadi mengeluhkan terkait sering terjadinya perbedaan dalam penetapan hari raya antara Pemerintah dan Muhammadiyah tersebut.
Soalnya, akibat sering terjadi perbedaan itu telah membingungkan masyarakat dalam melaksanakan atau merayakan hari raya setiap tahunnya.

“Kondisi perbedaan dalam penetapan hari raya tersebut bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah berlangsung hampir setiap tahunnya, masyarakat telah dibuat bingung dengan kondisi tersebut, sebab tidak tahu mana sesungguhnya yang benar,” ucapnya.

Di samping itu, kata Supriadi, perbedaan penetapan hari raya tersebut juga mengakibatkan perayaan menyambut hari raya beberapa tahun terakhir juga tidak meriah seperti dulu lagi.

“Perbedaan penetapan hari raya juga berimbas kepada antusiasme masyarakat dalam menyambutnya, seperti kondisi kita lihat dalam menyambut hari raya Idul Adha tahun ini, tampak lesu dan di jalan-jalan pun tampak lengang seperti tidak bergairah,” sesalnya.

Pihaknya mengharapkan kepada pihak Pemerintah dan pihak Muhammadiyah agar ke depannya dalam penetapan hari raya dapat diseragamkan secara bersamaan, sehingga dalam menyambut hari yang sangat sakral bagi umat Islam itu, berlangsung meriah karena berlangsung secara bersamaan tidak ada lagi perbedaan di lapangan.(Red/Ant)