Penerapan Kurikulum 2013 di Abdya Masing Minim

52
Penerapan Kurikulum 2013 di Abdya Masing Minim

Penerapan Kurikulum 2013 di Abdya Masing Minim
Penerapan Kurikulum 2013 / Ilustrasi @Antara

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Penerapan kurikulum 2013 yang telah berjalan sejak awal tahun 2014 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga sekarang dinilai masih minm, sebab belum sepenuhnya didukung dengan panduan bahan ajar, seperti buku dan kelengkapan lainnya.

Kenapa demikian, karena buku-buku bidang studi penunjang pembelajaran belum dimiliki oleh sekolah-sekolah pada setiap jenjang pendidikan secara merata, padahal kurikulum yang notabenenya sebagai pengganti kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) terkesan masih jalan ditempat dan belum menunjukkan adanya perubahan pada sisi kualitas pendidikan di Abdya.

Salah seorang guru kepada wartawan, Senin (29/9) mengakui kalau penerapan kurikulum 2013 hingga sekarang belum berjalan dengan maksimal dan tidak jarang para guru masih menggunakan buku-buku lama sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Seharusnya guru terlebih dahulu harus dibekali dengan pelatihan terkait penerapan kurikulum 2013 ini. Banyak guru yang belum paham bagaimana cara penerapannya bahkan buku-buku penunjang kegiatan belajar mengajar juga belum ada, di sekolah hanya diberikan CD (Compact Disc) berisi muatan Kurikulum 2013 dan kemudian mengkopi isi dari pada CD dimaksud untuk diajarkan kepada siswa,” ujar guru yang tidak mau dibeberkan namanya itu.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi, MPd kepada wartawan terkait persoalan itu juga mengakui bahwa penerapan kurikulum 2013 di Abdya belum maksimal dan masih jauh dari harapan.

“Penerapan kurikulum 2013 masih belum maksimal, hal ini terkendalam dengan suplai buku-buku bahan ajar belum merata di setiap sekolah,” jelas Yusnaidi.

Menurutnya, kejadian ini bukan saja terjadi di Kabupaten Abdya, bahkan didaerah lain pun mengalami hal serupa. Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab buku tersebut terlambat tiba di sekolah-sekolah, yang jelas akibat dari keterlambatan tersebut, proses belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu.

“Untuk saat ini setiap sekolah telah melaksanakan penerapan kurikulum 2013. Sedangkan untuk sekolah dasar kelas satu, dua, empat dan lima telah menerapkan dengan maksimal, sedangkan untuk kelas 4 dan enam masih terkendala, begitu juga dengan jenjang pendidikan tingka sekolah menengan pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA),” ungkapnya.

Lebih lanjut Yusnaidi menambahkan, meskipun penerapan diberbagai jenjang pendidikan masih belum sesuai dengan harapan, namun pelatihan untuk para guru sudah berjalan, tapi masih sebagian kecil dan prosesnya pun secara bertahap.

“Pelatihan bagi para guru sudah mulai dilaksanakan tetapi secara bertahap, tidak bisa sekaligus karena akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, guru-guru itu dilatih oleh pihak Disdik Provinsi Aceh di Banda Aceh,” terangnya lebih lanjut.(Red/Zal)