Pejabat Aceh Selatan Tersangka Korupsi

47
Korupsi / Ilustrasi

Korupsi  / Ilustrasi
Korupsi / Ilustrasi

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Kejaksaan Negeri Tapaktuan menetapkan Kepala Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Aceh Selatan YL serta beberapa orang lainnya sebagai tersangka atas dugaan telah melakukan penyimpangan dalam proses pelelangan Aset Pemkab setempat.

Kajari Tapaktuan Irwinsyah di Tapaktuan mengatakan tersangka YL dan beberapa orang lainnya diduga melakukan penyimpangan dalam pelelangan aset Pemkab yang dikelola BUMD Fajar Selatan, sehingga negara dirugikan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Irwinsyah, aset Pemkab Aceh Selatan yang dalam pelelangan tersebut dikategorikan sebagai besi tua, termasuk mesin penghancur batu (stone crusher) dilelang dalam bentuk dicincang. Dalam kasus tersebut, benda tersebut dijual dengan alasan telah menjadi besi tua.

YL yang bertindak sebagai Sekretaris Pelelangan sesuai SK Bupati Aceh Selatan Nomor 257 tahun 2014 tentang pembentukan panitia pelelangan barang milik daerah yang dikuasai BUMD Fajar Selatan tertanggal 5 Agustus 2014, diduga telah melakukan penyimpangan dalam pelelangan dimaksud.

Irwinsyah mengaku, pihaknya juga sudah menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta sebagai pemberitahuan telah dimulainya proses penyidikan.

“Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah kami kirim ke KPK dengan surat Nomor: 1596/N.1.17/FD.1/09/2014. Penyidikan dalam kasus ini langsung saya yang pimpin,” ujarnya, Jumat 26 September 2014.

Sementara itu, tersangka YL saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum bisa memberi keterangan terkait dengan status hukumnya itu.

“Terkait persoalan itu tidak bisa saya beri keterangan sekarang, sebab saya sedang berada di Kantor Bupati. Tunggu dulu selesai urusan saya di Kantor Bupati,” katanya.

Namun janji YL akan memberikan keterangan kepada wartawan seusai urusannya di kantor Bupati tersebut ternyata tidak ditepati. Pasalnya, YL yang ditunggu sampai pukul 16.30 WIB ternyata tidak bersedia keluar untuk menjumpai wartawan.

Keberadaannya baik di kantor bupati maupun di kantor DPKKD yang berada di Jalan T Ben Mahmud Tapaktuan sudah tidak diketahui lagi atau sudah menghilang.

Upaya permintaan konfirmasi melalui pesan singkat (SMS) yang dikirim oleh wartawan pun tidak dibalas. Dan bahkan, ketika wartawan mencoba menghubungi kembali yang bersangkutan via telepon seluler sekitar pukul 16.30 WIB sudah tidak aktif lagi.(ant)