Mahasiswa Aceh Tuntut Sahkan UU Keperawatan

36
Mahasiswa Aceh Bagi Bunga Ke Pengguna Jalan

Mahasiswa Aceh Bagi Bunga Ke Pengguna Jalan
Mahasiswa Aceh Bagi Bunga Ke Pengguna Jalan

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Mahasiswa keperawatan di Banda Aceh menggelar aksi di Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (25/9). Pada aksi tersebut mahasiswa keperawatan yang tergabung dari beberapa kampus meminta Pemerintah Pusat untuk segera mengesahkan undang-undang keperawatan.

Menurut mereka penting undang-undang keperawatan itu untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015 nanti. Padahal di seluruh negara yang berada di Asia sudah memiliki undang-undang keperawatan kecuali Indonesia, Vietnam, Laos dan Miyammar.

Aksi yang berlangsung dibawah pengawalan pihak kepolisian berlangsung tertip. Salain berorasi, mahasiswa keperawatan tersebut juga membagi-bagikan selebaran bunga pada setiap pengendera yang melintasi di kawasan itu sebagai simbul untuk mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan undang-undang keperawatan.

Koordinator aksi, Faidhil mengatakan, Undang-Undang keperawatan ini mengatur semua hak tentang keperawatan dan mengatur semua hak tentang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Selama ini, katanya, perawat belum memiliki payung hukum yang jelas. Sehingga dalam menjalankan tugasnya kerap dipojok dan disalahkan. Padahal beban kerja perawat itu berat karenaberhubungan dengan nyawa manusia.

“Selama ini jika dilakukan uji kopetensi dilakukan dibawah tangggung jawab Majelis Tinggi Kesehatan Indonesia (MTKI) bukan di bawah KOONSIL Keperawatan yang semestinya mengatur segala aturan hak-haknya keperawatan, makanya butuh UU Keperawatan,” kata Faidhil.

Lanjutnya, dengan disahkannya UU keperawatan segala aturan dan hak-hak keperawatan nantinya akan diatur di bawah konsil keperawatan. Ia juga mengatakan dari beberapa negara Asean hanya 4 negara lagi yang belum memiliki Undang-Undang keperawatan .

“Kita Indonesia , Laos, Vietnam, Miyanmar belum memiliki undang-undang keperaawatan, padahal kita menghadapi MEA itu harus ada,” tuturnya.

Elemen perawat di Indonesia telah berjuang untuk disahkan undang-undang keperawatan sudah dicetuskan sejak tahun 1985 dan baru kemudian masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada tahun 2009.

“Namun sampai sekarang belum jelas pengesahannya, oleh karena itu kami mendesak pemerintah segera sahkan undang-undang itu,” tutupnya.(Red/Hb/Dedek/)