Nelayan Aceh Selatan Tenggelam Di Laut

24
Anggota SAR Melakukan Pencarian Nelayan Aceh Selatan Tenggelam

Anggota SAR Melakukan Pencarian Nelayan Aceh Selatan Tenggelam
Anggota SAR Melakukan Pencarian Nelayan Aceh Selatan Tenggelam

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Rusli alias Ken-ken (50), nelayan asal Desa Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, tenggelam di laut, setelah terjatuh dari boat KM Razil yang ditumpanginya, Sabtu, sekitar pukul 05.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun di Aceh Selatan, korban terjatuh dari boat KM Razil miliknya sekitar 20 mil laut dari bibir pantai atau dari tempat pendaratan ikan (TPI) Tapaktuan dan sampai saat ini belum ditemukan.

Korban terjatuh ke laut saat sedang memasang runjam dari daun pinang yang diikatkan dengan batu dan pelampung. Runjam itu berfungsi sebagai pancingan atau sebagai daya tarik agar ikan berkumpul, sehingga mudah untuk di pancing atau diambil dengan jaring atau pukat.

Setelah korban terjatuh, rekan korban lainnya di dalam KM Razil yakni Pawang Razi, Angah dan Irwadi mencoba memberikan pertolongan namun karena arus air laut sangat deras korban langsung tenggelam dan sampai saat ini korban dinyatakan masih hilang.

“Beberapa saat setelah kejadian tersebut, rekan korban lainnya langsung menghubungi Panglima Laot Lhok II Tapaktuan yang berada di darat via hand phone,” kata Alfian, mantan Kepala Desa (Keuchik) Desa Batu Itam di Tapaktuan.

Menurutnya, proses pencarian yang melibatkan sejumlah boat nelayan di bawah koordinasi lembaga adat laot Lhok II Tapaktuan serta dibantu tim Satgas SAR Aceh Selatan, BPBD, relawan RAPI serta aparat TNI/Polri langsung dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Namun sampai pukul 18.00 WIB, korban masih belum ditemukan.

Mengutip keterangan dari rekan korban, Alfian menyatakan korban terjatuh dari boat yang ditumpanginya tersebut saat sedang memasang atau mengikat runjam dari atas boat.

“Saat sedang mengikat runjam itu, korban terjatuh dari atas boat ke laut. Setelah terjatuh korban langsung disambut oleh air laut yang deras, sehingga dalam hitungan beberapa menit korban langsung tenggelam serta hilang,” ungkapnya.

Masih menurut keterangan rekan korban, sambung Alfian, lokasin tenggelamnya korban tersebut berada sekitar 20 mil laut dari bibir pantai Tapaktuan atau baru sekitar 2 jam perjalanan dengan boat dari TPI Lhok Tapaktuan.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri menyatakan proses pencarian yang dilakukan pihaknya bersama sejumlah boat nelayan sejak pagi sampai menjelang malam belum membuahkan hasil.

“Proses pencarian korban mengalami kendala sedikit, karena kondisi cuaca saat ini sedang tidak bagus akibatnya kondisi air laut sangat deras serta gelombang tinggi disertai angin kencang, meskipun demikian proses pencarian korban terus kami lakukan sampai malam ini dan jika tidak ketemu akan dilanjutkan Minggu,” kata Mayfendri.

Dalam kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada seluruh nelayan Aceh Selatan yang hendak pergi ke laut mencari ikan, supaya meningkatkan kewaspadaannya sebab kondisi cuaca saat ini sedang tidak menentu yakni angin kencang dan gelombang tinggi sehingga kondisi itu dikhawatirkan akan mengancam keselamatan jiwa.(Red/Ant)