Permintaan Elpiji 12 Kg di Aceh Selatan Lesu

23
Permintaal Elpiji 12 Kg / Ilustrasi

Permintaal Elpiji 12 Kg / Ilustrasi
Permintaal Elpiji 12 Kg / Ilustrasi

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Permintaan elpiji 12 Kg di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, akhir-akhir ini lesu, menyusul kebijakan PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harganya sebesar Rp1.500/Kg atau Rp18.000/ tabung.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat ramai-ramai beralih membeli gas kemasan 3 Kg, karena harganya masih disubsidi, sehingga dinilai masih terjangkau.

Efan, salah seorang pedagang di Kecamatan Samadua, Rabu menuturkan, setelah kenaikan harga, pihaknya terpaksa harus menjual elpiji 12 Kg Rp145 ribu/tabung sudah termasuk ongkos angkut dan pasang langsung di rumah.

Dia mengatakan, harga jual sebesar itu terpaksa diberlakukan, karena harga tebus di tingkat pangkalan mencapai Rp132 ribu/tabung.

Diakuinya, pasca terjadi kenaikan harga yang sangat signifikan itu, tingkat penjualan gas saat ini semakin lesu karena mayoritas konsumen telah beralih ke gas isi kemasan 3 Kg yang harganya lebih murah.

“Dulu sebelum terjadi kenaikan harga, dalam sehari gas di toko saya mampu terjual mencapai 10 tabung/hari. Namun pasca kenaikan harga tersebut rata-rata dalam sehari hanya mampu terjual 3 tabung, sehingga nyaris tidak ada untung lagi dalam bisnis elpiji,” ungkap pria yang berjualan di Desa Jilatang Kecamatan Samadua ini.

Menurutnya, kondisi lesunya pembelian elpiji 12 Kg tersebut diperparah lagi karena perekonomian masyarakat saat ini sedang morat-marit sehingga masyarakat tidak mampu membeli isi 12 Kg yang harganya telah melambung.

Kondisi itu, juga diakui Masluyudin SE salah seorang agen penyalur resmi elpiji 3 Kg di Kecamatan Samadua. Menurutnya, pasca diberlakukannya kenaikan harga, tingkat permintaan elpiji 3 Kg di pangkalannya mengalami peningkatan cukup drastis sejak beberapa pekan terakhir.

“Harga elpiji 3 Kg kami jual Rp23 ribu – 24 ribu/tabungnya. Itupun stoknya sangat terbatas atau tidak cukup, karena sejak beberapa pekan terakhir tingkat permintaan dari konsumen mengalami peningkatan cukup drastis,” ungkapnya.

Masih Normal
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Selatan, Hj Hayatun membantah bahwa pasca penetapan kenaikan harga telah berdampak lesunya pembelian elpiji 12 Kg.

“Saya rasa, kalau di Aceh kenaikan harga itu tidak begitu bergejolak sebab Aceh berbeda kondisinya dengan Pulau Jawa. Apalagi kenaikan harga itu tidak begitu signifikan karena hanya naik sebesar Rp1.500/Kg,” sebutnya.

Berdasarkan pantauan, kata Hayatun, belum terlihat signifikan masyarakat konsumen yang beralih membeli elpiji 3 Kg pasca kenaikan harga tersebut.

“Langkah pemantauan harga kami lakukan setiap hari secara kontinu di pusat-pusat pasar. Kami lihat belum ada konsumen yang begitu signifikan beralih ke elpiji 3 Kg. Kondisi yang terjadi selama ini kami lihat masih normal-normal saja belum ada persoalan,” ungkapnya.(Red/Ant)